Senin, 24 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Digerebek di Diskotek, Mahasiswi Sembunyikan Ekstasi di BH

Kamis, 13 Sep 2018 14:09 | editor : Wijayanto

Dita Indah Sari

Dita Indah Sari (Istimewa)

SURABAYA - Wahyu Dita Indahsari, 19, menangis saat digelandang polisi. Gadis asal Dusun Dapet, Balongpanggang, Gresik ini ditangkap membawa ekstasi saat dugem di sebuah diskotek di Jalan Pahlawan nomor 118, Surabaya.

Mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya ini kedapatan menyimpan ekstasi dalam buste hounder (BH). Dari data yang dihimpun, penangkapan Dita dilakukan tim Unit Reskrim Polsek Bubutan Senin malam (10/9).

Berawal dari adanya informasi yang diterima polisi, akan adanya pesta ekstasi di diskotek tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi kemudian mendapati identitas Dita. “Kami masuk ke dalam diskotek. Tersangka saat itu asyik dugem,” ungkap Kapolsek Bubutan, AKP Harianto  Rantesalu, Rabu (12/9).

Setelah mengamankan Dita, polisi lantas melakukan penggeledahan. Awalnya polisi tak menemukan ekstasi yang sebelumnya dicurigai. Kemudian Dita dibawa ke ruang sekuriti. Penyidik wanita menggeledah pakaian dalamnya.

“Dari sanalah, kami mendapati tersangka menyembunyikan 1,5 butir ekstasi warna hijau,” lanjut Harianto. Dita tak bisa mengelak. Selanjutnya, pelaku digelandang ke Polsek Bubutan untuk diperiksa terkait asal muasal narkoba tersebut.

Sepanjang perjalanan, Dita sempat memohon agar dilepaskan sambil menangis. Bahkan dia mengaku belum mengonsumsi ekstasi itu. “Tersangka beralasan jika ekstasi itu hanyalah titipan, namun saat kami lakukan tes urine hasilnya positif narkoba,” terangnya.

Barulah, Dita mengakui ekstasi itu miliknya. Dia membeli dua butir dari seorang temannya. Setiapnya butirnya seharga Rp 500 ribu. Lalu yang dikonsumsi baru separuh butir dari ekstasi itu. “Dia mengaku baru pertama kali mengkonsumsi ekstasi. Dia mencobanya lantaran penasaran,” terangnya.

Saat ini polisi masih menyelidiki pemasok ekstasi kepada tersangka. Dita mengaku tak kenal dengan penjualnya. Dia memesan hanya melalui handphone. “Tersangka kami dititipkan di tahanan wanita Polrestabes Surabaya. Kami terus kembangkan kasus ini,” pungkas Harianto. (yua/rtn)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia