Senin, 24 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Meresahkan, Komplotan Curanmor Berseragam Ojol Didor

Senin, 10 Sep 2018 22:05 | editor : Abdul Rozack

BERJALAN PINCANG: Kedua tersangka pencurian sepeda motor Mustofa (dua dari kiri) dan Abdul Rohim (dua dari kanan) saat diamankan di Polrestabes Suraba

BERJALAN PINCANG: Kedua tersangka pencurian sepeda motor Mustofa (dua dari kiri) dan Abdul Rohim (dua dari kanan) saat diamankan di Polrestabes Surabaya. (YUAN ABADI / RADAR SURABAYA)

SURABAYA -  Mustofa,42, dan Abdul Rohim, 25, berjalan pincang saat digelandang di depan awak media. Dua pria yang masing-masing tinggal  di Jalan Simomulyo Baru 6 K nomor 13 dan Simo Hilir 6L nomor 3 Surabaya saling papah setelah kaki mereka ditembus peluru polisi. 

Komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini dilumpuhkan lantaran mencoba melawan saat hendak diringkus. Penangkapan keduanya dilakukan di kawasan Jalan Kedung Cowek, pada Jumat (7/9).  Polisi meringkus mereka saat hendak mengantarkan motor hasil curian mereka yakni Honda Vario nopol L 5557 ZZ ke Madura. Namun pada saat hendak ditangkap, mereka mencoba kabur dengan melawan polisi. 

“Saat hendak kami keler, mereka mencoba kabur. Saat itu tembakan peringatan kami tak digubris hingga kami terpaksa melumpuhkan kaki masing-masing tersangka,” ungkap Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, Senin (10/9). 

Bima mengatakan, Mustofa dan Rohim sudah lama menjadi target perburuannya. Sebab terhitung, mereka sudah tiga kali beraksi. Dua TKP di Surabaya yakni Simo dan Pasar Ngasem sedangkan satu tkp lain di Sidoarjo. 

Komplotan ini cukup unik. Sebab mereka selalu beraksi di pagi buta. Sasarannya adalah motor milik orang-orang yang belanja atau menjual barang di pasar.  

Mereka biasa berboncengan dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol L 5897 WU. “Setelah mendapati motor korban di parkir. Mereka pun beraksi. Mustofa sebagai eksekutor lantas merusak kunci kontak motor korban dengan kunci T. Sedangkan Rohim bertugas mengawasi situasi sekaligus joki,” terangnya. 

Tak hanya itu, mereka mencoba mengelabuhi korban dan warga lain dengan mengenakan jaket ojek online (ojol). Hal itu memungkinkan orang akan berangkapan jika mereka merupakan driver yang sedang mengantarkan penumpangnya. (yua/rud) 

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia