Senin, 24 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Wamen ESDM : Tidak Ada Kenaikan LPG Melon

Senin, 10 Sep 2018 15:01 | editor : Aries Wahyudianto

NORMAL : Wamen ESDM Archandra Tahar saat mengunjungi Fasilitas OPF PGN Saka kemarin.

NORMAL : Wamen ESDM Archandra Tahar saat mengunjungi Fasilitas OPF PGN Saka kemarin. (YUDHI/RADAR GRESIK)

MANYAR - Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga LPG subsidi ukuran 3 Kg (Melon). Kelangkaan LPG melon di sejumlah tidak ada kaitannya dengan rencana kenaikan gas LPG subsidi. Itu terjadi karena soal distribusi semata.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar ketika berkunjung ke Fasilitas OPF PT Saka Energi Pangkah Limited di Manyar, kemarin. Menurutnya, meskipun saat ini kurs dollar AS sedang menguat namun pemerintah belum menyiapkan rencana menaikkan harga BBM maupun LPG.

Pernyataan itu disampaikan Arcandra saat mengunjungi fasilitas OPF PT Saka Energi Pangkah Limited anak usaha Perusahaan Gas Negara (PGN Saka) yang ada di Kompleks industri Maspion Gresik.

“Sampai hari ini pemerintah tidak ada rencana untuk menaikkan harga BBM maupun LPG. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Arcandra didampingi Wakil Kepala SKK Migas, Sukandar.

Dijelaskan, saat ini kebutuhan gas Pertamina untuk suplai LPG masih aman. Kalaupun di beberapa daerah ada kelangkaan yang terjadi ataupun kenaikan harga itu bukan berasal dari Pertamina.

“Kalau kenaikan harga di tingkat pengecer dan terkait distribusi. Itu ulah oknum pengecer yang mencari untung di tengah isu naiknya dollar,” tuturnya.

Dia mengaku, bisnis migas di Indonesia tidak terpengaruh kenaikan dollar. Ini dikarenakan transaksi migas tidak menggunakan rupiah. “Meskipun demikian kami sudah meminta tim untuk menindaklanjuti apabila di suatu daerah sampai terjadi kelangkaan LPG,” jelasnya.

Sementara itu, Unit Manager Communication and CSR Marketing Operation Region V, Rifky Rahman Yusuf menjelaskan, stok dan penyaluran LPG 3 Kg di wilayah Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara aman. Dia bahkan mengklaim telah menambah stok hingga 2.568.640 tabung atau setara dengan 7.706 MT.

“Penyaluran normal harian LPG 3 Kg di wilayah MOR V sebesar 4585 MT atau setara dengan 1.528.333 tabung, dengan demikian penambahan stok yang disalurkan mencapai 60 persen dari alokasi normal harian,” ujarnya.

Rifky menghimbau agar masyarakat sadar menggunakan produk LPG yang sesuai dengan kemampuan ekonominya sehingga LPG 3 kg dapat tepat sasaran penggunaannya. "Selain itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan penimbunan LPG 3 kg sehingga masyarakat yang membutuhkan justru tidak mendapatkannya," tandasnya. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia