Senin, 19 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Kementrian ESDM

Gunakan Teknologi Pompa Khusus, Bakal Percepat Izin Eksplorasi

Dorong Optimalisasi Deadstok SKK Migas

Senin, 10 Sep 2018 10:44 | editor : Aries Wahyudianto

SERIUS : Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar (tengah) mendengarkan penjelasan dari staf SKK Migas terkait perkembangan eksplorasi minyak di Gresik.

SERIUS : Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar (tengah) mendengarkan penjelasan dari staf SKK Migas terkait perkembangan eksplorasi minyak di Gresik. (MUHAMMAD FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

MANYAR-Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan optimalisasi deadstok ( sisa minyak yang belum terambil,red). Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi pompa khusus sehingga Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dapat mengoptimalisasi minyak bumi yang ada.

KOMPAK : Wakil Menteri ESDM bersama staf SKK Migas Gresik sedang berfoto bersama.

KOMPAK : Wakil Menteri ESDM bersama staf SKK Migas Gresik sedang berfoto bersama. (MUHAMMAD FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Wakil Kepala SKK Migas, Sukandar menyatakan sisa minyal atau deadstok dalam tangki minyak milik KKKS di seluruh Indonesia bisa jumlahnya mencapai 3,6 juta barel.

“Ketika KKKS melakukan pembersihan tangki (tank cleaning) ada sisa minyak yang tidak bisa diambil. Itu dinamakan deadstock. Jika digabung jumlahnya besar. Inilah yang kami dorong untuk dioptimalisasi atau minimal dikurangi,” kata Sukandar.

Dikatakan, deadstock biasanya disebut unpumpable stock itu merupakan volume produk crude oil (minyak mentah) hasil pengeboran. Biasanya mengendap di dalam tanki dan tidak dapat dipompakan untuk penyaluran sehingga sehingga tak termanfaatkan secara sempurna.

“Pemerintah menginginkan agar volume stok crude oil yang mengendap (deadstock, red) dan tidak bisa dipompa tetap dapat dijual dan menambah penerimaan negara di sektor migas," ungkap dia.

Diakui, selama ini KKKS kesulitan dalam memanfaatkan deadstock karena kemampuan pipa yang tidak mampu menyedot minyak bagian bawah tangki.  Sehingga, dalam proses penyedotan bisa tersisa 15 persen sampai 20 persen dari total kapasitasnya.

“Setelah ini secara bersama-sama kami akan mencari teknologi yang efektif dan ekonomis. Sehingga sisa minyak tersebut bisa dimanfaatkan atau dijual,” jelasnya.

Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar menuturkan, saat ini jumlah deadstock minyak di seluruh tangki milik KKKS mencapai 3,6 juta barel. Dengan teknologi modern, KKKS mampu mengkonversi deadstock sehingga bisa dijual.

"Teknologinya ada, dari beberapa opsi nanti kita evaluasi mana yang secara teknologi layak dan secara keekonomian masuk," jelasnya.

 Kementrian ESDM berkomitmen juga memberikan kemudahan dan mempercepat izin KKKS yang melakukan eksplorasi di Indonesia.

“Kami terus mendorong agar KKKS melakukan pengembangan lapangan (blok,red). Jika biasanya KKKS membuka lapangan sehingga prosesnya sampai 2 hingga 3 tahun. Kami berkomitmen untuk mempercepat hal itu,”jelasnya.

Dipaparkannya,  sampai triwulan kedua 2018, penerimaan negara dari lifting minyak dan gas mencapai USD 6,57 miliar. Sementara, nilai ekspor migas sampai dengan triwulan kedua 2018 mencapai USD 5,89 miliar dan impor migas USD 12,73 miliar. "Dengan menjumlahkan penerimaan negara dan ekspor, lalu dikurangi impor, maka neraca sektor migas terdapat defisit hanya sebesar 0,27 miliar dolar AS atau lebih baik sedikit dari 2017," paparnya. (fir/han)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia