Senin, 19 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pembangunan Lift di Enam JPO Baru Tuntas Desember

Sabtu, 08 Sep 2018 12:55 | editor : Wijayanto

TAMBAH FASILITAS: Sejumlah kendaraan melintas dibawah jembatan penyeberangan orang (JPO) didepan DTC Surabaya, Jumat (7/9). Agar para lansia dan difabel bisa menggunakan fasilitas ini, rencananya akan dipasang lift.

TAMBAH FASILITAS: Sejumlah kendaraan melintas dibawah jembatan penyeberangan orang (JPO) didepan DTC Surabaya, Jumat (7/9). Agar para lansia dan difabel bisa menggunakan fasilitas ini, rencananya akan dipasang lift. (Suryanto/Radar Surabaya)

SURABAYA - Masyarakat Surabaya harus bersabar dalam menggunakan beberapa jembatan penyeberangan orang (JPO). Pasalnya, sedang ada pengerjaan pembangunan lift pada sejumlah JPO. 

Sedikitnya ada enam JPO yang sedang dalam proses pengerjaan. Di antaranya, JPO Wonokromo, JPO Urip Sumoharjo dan JPO Bank Jatim Jalan Basra. Kemudian, JPO SMAN 6 Jalan Gubernur Suryo, JPO RRI Jalan Pemuda, dan JPO FKG Jalan Prof Mestopo Jalan Diponegoro. “Ini sekarang masih dalam tahap pembangunan pondasi lantai lift,” ujar Humas Warna-Warni Dinar Aisyah selaku pihak ketiga yang menyewa JPO, Jumat (7/9). 

Dinar optimis pengerjaan lift di JPO nanti akan selesai sesuai target yang direncanakan, yakni Desember mendatang. “Tidak ada masalah, Desember nanti sudah dapat difungsikan lagi,” ungkapnya. 

Dinar berharap, setelah selesai pengerjaan tambahan fasilitas lift ini nantinya masyarakat juga turut menjaga serta merawatnya. Termasuk dalam hal kebersihan. Sebab, selama ini pihaknya masih menemukan kurang sadarnya pengguna JPO. Banyak ditemukan sampah dan bau tidak sedap. “Kami berharap masyarakat ikut menjaga,” ungkapnya. 

Sementara itu terkait dengan JPO Bundaran Dolog, Dinar menuturkan, pihaknya masih menunggu surat resmi perihal pembangunan panjang diatas frontage road Timur. Kendati demikian, dirinya memastikan pemasangan pondasi tetap dilakukan. Sehingga ketika surat resmi turun, bisa secepatnya dilakukan pengerjaan. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, pembangunan enam lift di JPO itu tidak akan menggunakan dana APBD. Pembangunan 6 lift itu merupakan hasil kesepakatan Pemkot Surabaya dengan pihak ketiga yang menyewa JPO itu. 

Sebenarnya, perjanjian sewa di 6 JPO itu akan berakhir pada Desember 2018. Apabila pihak ketiga atau penyewa masih ingin memperpanjang perjanjian sewa JPO itu, maka 6 bulan sebelum perjanjian sewa itu berakhir, pihak ketiga harus memperpanjang perjanjian sewa itu. 

Ketika penyewa ini ingin memperpanjang perjanjian sewanya, Pemkot Surabaya meminta fasilitas tambahan berupa pembangunan lift di JPO. Mereka pun menyetujuinya, sehingga pemkot dalam pembangunan lift ini tidak mengeluarkan dana apapun. 

Yayuk menargetkan pembangunan selesai akhir 2018. Makanya, masyarakat diimbau untuk tidak kaget bila mendapati beberapa JPO sudah dilakukan penutupan oleh pihak ketiga. Untuk mengantisipasi banyaknya penyeberang jalan akibat ditutupnya 6 JPO saat pembangunan lift, maka Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya sudah berkoordinasi dengan Linmas dan Satpol PP Surabya. 

Yayuk juga menjelaskan JPO di Jalan Ahmad Yani depan Kantor Dinas Pertanian Pemprov Jatim dan JPO di depan kampus UIN Sunan Ampel Surabaya, sementara ini belum bisa dipasangi lift. Sebab, dua JPO itu diperlukan menambah bentang serta perizinan lebih dulu. 

Yayuk juga menambahkan, rencananya Pemkot Surabaya akan menambah dua JPO lagi. Dua JPO baru itu akan dibangun di depan Rumah Sakit Bhayangkara dan di depan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) atau di depan Giant Margorejo. “Rencana ini sedang dibahas di Direktorat Jenderal Perkeretaapian di Jakarta karena ruas JPO di sisi timur akan melewati jalur kereta api,” kata Yayuk. (bae/no)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia