Senin, 24 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Dua Pekan Ini Penumpang Bus Double Deck Surabaya Akan Digratiskan

Kamis, 06 Sep 2018 08:00 | editor : Abdul Rozack

PERDANA : Suroboyo Bus tingkat saat melintas di frontage road Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (5/9). Mulai kemarin, bus bertingkat ini sudah dioperas

PERDANA : Suroboyo Bus tingkat saat melintas di frontage road Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (5/9). Mulai kemarin, bus bertingkat ini sudah dioperasikan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mengubah rute operasi bus double deck atau yang lebih lazim disebut bus tingkat. Semestinya perjalanan bus ini melayani rute dari barat ke timur, kini diubah selatan ke utara. 

Baehaqi Almutoif-Wartawan Radar Surabaya

Kepala Dishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan, trayek bus double deck ini menggantikan rute yang sebelumnya dijalankan Suroboyo Bus. Yakni dari Terminal Purabaya atau Bungurasih menuju arah Jalan Ahmad Yani ke utara, hingga Jalan Bubutan. “Jalan Rajawali tidak dilewati, karena ada viaduk. Sehingga sampai Jalan Bubutan langsung belok ke arah Jalan Tembakan,” ujar Irvan, Rabu (5/9).

Diakuinya, awal memang rute bus double deck ini dari barat ke timur. Namun belakangan pihaknya mengubah jalur lewat bus, dikarenakan hasil evaluasi pada uji coba tahap satu ternyata banyak ranting pohon tersangkut di deck atas bus. Setelah kejadian tersebut, pihaknya mengubah trayek bus tingkat dari selatan ke utara. Sedangkan Suroboyo Bus yang selama ini melayani wilayah tersebut digeser dari barat ke timur. 

“Ketika bus merapat di halte atau trotoar itu mengenai (ranting, Red) pohon. Sehingga sayang kalau mengorbankan terlalu banyak pemotongan pohon,” jelasnya.

Bus double deck ini nantinya, menurut Irvan, akan melayani uji coba selama dua minggu ke depan. Mulai dari pukul 06.00 sampai 22.00. Selama uji coba masyarakat bisa menggunakan fasilitas bus double deck tanpa dipungut tiket atau botol sampah plastik. “Mulai hari ini hingga dua minggu ke depan, masyarakat bisa mencoba bus double track, karena sedang uji trayek,” bebernya.

Untuk menaiki bus ini, ke depan sistemnya tidak jauh beda dengan Bus Suroboyo. Setiap penumpang cukup membayar dengan sampah botol plastik sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat dalam mengurangi bahaya polusi sampah plastik di Surabaya. “Untuk pembayaran bisa menggunakan sampah plastik, atau kalau tidak mau ribet bisa menukarkan sampah dan nanti akan diberikan tiket,” ungkapnya. 

Sementara untuk kapasitas, Irvan menyebutkan, bus double deck ini mampu menampung sebanyak 67 orang. Ke depan pihaknya berencana menambah jumlah armada bus di Kota Surabaya. Penambahan unit bus itu sebanyak 10 bus hingga bulan Desember mendatang. “Ini kita usulkan di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan), diharapkan sampai Desember Insya Allah sudah ready, untuk 10 bus tambahan. Dan awal tahun depan kita bisa operasikan,” tandasnya.

Menurut Irvan, untuk Suroboyo Bus, masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi GoBis, yang bisa diunduh di Playstore. Aplikasi ini, mampu mendeteksi posisi terakhir dari Suroboyo Bus. Dengan menggunakan aplikasi GoBis, penumpang yang menunggu bisa mengetahui posisi terakhir dari bus tersebut.(*/no)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia