Senin, 24 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya
Pecahkan Rekor Muri

305 Ribu Orang Menari Gemu Famire, Sambut HUT ke-72 TNI

Rabu, 05 Sep 2018 08:00 | editor : Abdul Rozack

MERIAH: Prajurit TNI gabungan bersama keluarga menari Gemu Famire secara serentak di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Rabu (4/9). Selain di Sura

MERIAH: Prajurit TNI gabungan bersama keluarga menari Gemu Famire secara serentak di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Rabu (4/9). Selain di Surabaya kegiatan serupa juga digelar di sejumlah titik di Indonesia. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI), di Dermaga Madura II, Ujung Surabaya digelar Tari Gemu Famire diikuti 11.280 orang. Pesertanya dari satuan Angkatan Darat, Laut, Udara, organisasi Jalasenastri, serta masyarakat. 

Gatra Dharmawan-Wartawan Radar Surabaya

Kegiatan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia(Muri)ini total melibatkan 305.000 orang di seluruh Indonesia, Selasa (04/09).

Kegiatan tersebut dipimping langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Jakarta. Karena dilaksanakan diseluruh Indonesia, maka dibagi menjadi tiga zona waktu. Indonesia bagian barat mulai pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), tengah 08.00, timur 09.00.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melalui video conference, menyapa dan memberikan sambutannya. Dirinya memberikan penghargaan kepada prajurit mendapatkan emas di Asian Games 2018. 

Selain itu, Hadi memberikan apresiasi kepada Frans Maumere, sang pencipta lagu dan tari Gemu Famire. “Terima kasih sudah mempersatukan nusantara dengan karyamu” ujarnya.

Di Jawa Timur tercatat 37.426 orang terlibat dalam pemecahan Rekor Muri. Koarmada II menempati nomor kedua terbanyak. Korem 083 Malang merupakan yang terbanyak dengan 11.282 orang, kemudian Kodam V Brawijaya sebanyak 6.504 orang, Korem 082 Mojokerto 4.260, dan pelaksanaan di Landasan Udara Iswahyudi Madiun 4.100orang.

Tarian Gemu Famire dipilih karena gerakannya yang simple. Tarian asal Flores, Nusa Tenggara Timur juga dapat menyehatkan tubuh. Selain itu  bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa, sehingga tidak dapat diklaim oleh negara lain.(*/no)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia