Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Hunian Ruang Perkantoran Diprediksi Turun 70 Persen

20 Agustus 2018, 17: 09: 49 WIB | editor : Wijayanto

MENDOMINASI: Sejumlah mobil melintas tak jauh dari deretan rumah toko (ruko dan rumah kantor (rukan) yang berada di Jalan Klampis Jaya, Surabaya.

MENDOMINASI: Sejumlah mobil melintas tak jauh dari deretan rumah toko (ruko dan rumah kantor (rukan) yang berada di Jalan Klampis Jaya, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Tingkat hunian ruang perkantoran di Surabaya hingga akhir tahun ini diperkirakan bakal turun sampai di bawah 70 persen. Hal ini tak lepas dari jumlah pasokan yang bertambah, sehingga tidak seimbang dengan permintaan. Selain itu, rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan) menjadi pesaing terbesar pasar perkantoran di Surabaya.

Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto mengatakan, dengan turunnya tingkat hunian tersebut, secara tidak langsung harga sewa ruang kantor ikut turun sekitar 1-2 persen dari rata-rata harga sewa tahun lalu Rp 140.000 per meter persegi per bulan.

"Tambahan pasokan yang cukup besar sampai akhir tahun ini bahkan sampai 2021 akan semakin menekan rata-rata tingkat hunian gedung perkantoran," ujarnya di Surabaya, kemarin.

Diakui, kurangnya permintaan ruang gedung perkantoran di Surabaya saat ini karena keberadaan ruko dan rukan masih menjadi salah satu pesaing terbesar pasar perkantoran. "Bukan hanya kantor sewa yang turun, tapi pasar perkantoran jual juga mulai menunjukkan perlambatan dalam hal serapan atau penjualan. Durasi yang lebih lama dalam penyerapan ini memberikan pengaruh pada harga jual," jelasnya.

Dia menjelaskan jumlah pasokan kantor di Surabaya pada semester pertama 2018 telah mencapai 340.789 meter persegi. Jumlah tersebut masih sekitar 20 persen dari total pasokan perkantoran di Jakarta Selatan. "Pertumbuhan pasokan secara kumulatif per tahun pada 2017 tumbuh sekitar 19,3 persen dan pada 2018 hanya 9,8 persen," imbuhnya.

Adapun sejumlah proyek pembangunan perkantoran yang siap memasok ruang kantor pada 2018 hingga 2021 yakni sebanyak 672.186 meter persegi. Proyek tersebut berada di Surabaya Utara yakni Pelindo Palace seluas 54.000 meter persegi, di pusat kota ada Praxis 12.000 meter persegi, Pakuwon Tower 39.740 meter persegi, dan di wilayah timur ada One Galaxy 31.450 meter persegi.

Sedangkan di wilayah selatan ada proyek Grand Sungkono Lagoon seluas 32.750 meter persegi, Ciputra World 37.400 meter persegu, dan Tirta Kencana 15.000 meter persegi. Sementara di wilayah barat ada Tower 39.950 meter persegi, Capital Square 20.000 meter persegi, Voza Office Tower 18.607 meter persegi, dan Satoria 25.000 meter persegi.

Ferry menambahkan, dari sisi penyewa, selama ini yang biasanya mendorong permintaan ruang perkantoram yakni bisnis pelayaran, asuransi dan perbankan. Seiring dengan perkembangan perusahaan start up, keberadaan co working space juga mulai tumbuh di Surabaya. (cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia