Senin, 19 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Parkir Kian Sulit Dipikir

Minggu, 19 Aug 2018 08:00 | editor : Abdul Rozack

Parkir Kian Sulit Dipikir

Parkir Kian Sulit Dipikir (Grafis: Fajar)

Masalah parkir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dibenahi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Peraturan Daerah (Perda) baru tentang Penyelenggaraan Parkir Nomor 3 tahun 2018 seharusnya jadi taring bagi Dishub untuk menertibkan parkir yang membandel.

VEGA DWI ARISTA-Wartawan Radar Surabaya

Fenomena parkir yang melanggar aturan masih jadi pandangan rutin sehari-hari di Kota Pahlawan. Rambu larangan parkir seolah tak bertaring bagi pengendara kendaraan yang nekat parkir. Kondisi itu kerap terjadi di jalan protokol maupun jalan tembusan lain yang akhirnya menjadi penyebab kemacetan.

Larangan parkir yang jelas ditulis di papan rambu, seolah tidak digubris oleh pemilik kendaraan. Malah, ada juga juru parkir (jukir) yang mengkomandani untuk parkir di kawasan terlarang tersebut.

Di Jalan Ahmad Yani Frontage Road, misalnya. Di kawasan yang beberapa ruas jalan dipasang rambu larangan parkir masih saja dilanggar. Tidak hanya itu saja, di kawasan Pegirian, Gubeng, MERR (middle east ring road) dan beberapa ruas jalan lain masih jadi tempat jujukan untuk melanggar larangan parkir.

Kepadatan jalan akibat parkir di bahu jalan tampaknya juga jadi hal biasa di Surabaya. Beberapa kendaraan yang nekat parkir membuat lajur jalan menjadi lebih menyempit. Hal itulah yang terkadang membuat kendaraan melaju lebih pelan karena kondisi jalan yang mepet.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengakui, pelanggaran parkir memang masih banyak terjadi di wilayah Surabaya. Hal itu diawali karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk tertib dan menaati aturan. “Sudah ada rambu dilarang parker, ya tetap saja parkir,” keluhnya.

Dia mengaku, aturan baru tentang penyelenggaraan perparkiran di Kota Surabaya yang tertuang dalam Perda Nomor 3 tahun 2018, yang merupakan review Perda Nomor 1 tahun 2009 diharapkan jadi momok bagi pengguna kendaraan yang akan melanggar parkir. Di sanalah satu pasal menyebutkan jika Dishub berhak menindak tegas pelanggar parkir yang melanggar aturan. “Bisa kita gembosi bannya dan kita derek,” tegasnya.

Ruang milik jalan (rumija), imbuhnya, harus steril dari parkir. Karena itu tindakan tegas yang dilakukan petugas diharapkan jadi efek jera bagi pengguna kendaraan yang melanggar. Mobil diderek hingga digembosi sudah dilakukan di sejumlah ruas jalan dilarang parkir.

Menurutnya, manajemen parkir di Surabaya terus ditingkatkan. Kepedulian terhadap jukir juga menjadi hal yang penting. Terutama untuk kesejahteraan. Diharapkan jukir bisa bertindak profesional dalam melayani parker, baik itu dari sisi keamanan. “Jangan malah pungli atau melanggar aturan,” jelas Irvan.

Irvan mengungkapkan, pelanggaran perpakiran banyak terjadi di kawasan pertokoan, rumah makan dan perkantoran yang tidak memiliki parkir luas. Dalam sosialiasi perda baru tersebut, masyarakat harus mengetahui aturan dilarang parkir yang tegas harus ditaati. “Jangan takut hanya karena ada petugas, tetapi budayakan tertib,” harapnya.

Kepala UPTD Parkir Tepi Jalan Tranggono Wahyu Wibowo mengatakan, penertiban terhadap pelanggaran parkir jadi hal penting dalam kelancaran lalu lintas. Setiap laporan adanya parkir yang melanggar hingga jukir nakal akan langsung direspons petugas di lapangan. “Kita tidak main-main dalam penyelenggaraan parkir,” ucapnya.

Secara bertahap, perda baru yang disahkan akan dioptimalkan dalam aplikasinya. Harapannya, agar masyarakat bisa memanfaatkan zona-zona parkir yang sudah ada di Surabaya. Bukan memanfaatkan kawasan dilarang parkir yang jadi biang kemacetan di Kota Metropolis.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Junaedi mengatakan, pelanggaran masalah parkir seharusnya tidak terjadi jika dalam perda baru tersebut diterapkan dengan baik. Parkir sembarangan hingga pelayanan yang kurang baik dalam masalah parkir harus segera ditinggalkan dengan action petugas di lapangan. “Jika melanggar ya harus ditertibkan. Jangan dibiarkan,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat ini mengakui, usulan revisi Perda Penyelenggaran Parkir karena didasarkan fenomena masalah parkir di lapangan. Dengan sejumlah pasal yang bertujuan menertibkan parkir bermasalah diharapkan bisa membuat pelayanan parkir di Surabaya menjadi lebih baik. “Kendaraan bertambah banyak tapi jika jalannya dihalang-halangi parkir ya akan jadi masalahg,” ujar mantan Ketua Pansus Perda Penyelenggaraan Parkir ini. 

Tegas Lakukan penertiban

Dishub Surabaya terus melakukan penertiban parkir sembarangan di sejumlah ruas jalan. Di antaranya di depan SDN Kaliasin 1, Jalan Gubernur Suryo, seberangnya Gedung Negara Grahadi. Hal itu dilakukan guna memberikan efek jera terhadap masyarakat yang tidak berlaku tertib.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Dinas Perhubungan Surabaya Trio Wahyu Wibowo mengatakan masyarakat kerap memarkir kendaraannya secara sembarangan. Meski kerap diingatkan, namun masih sering kucing-kucingan dengan petugas.

"Tadi kami nemu banyak kendaraan yang parkir di depan sekolah. Padahal sudah ada rambu larangannya. Jadi terpaksa kami tertibkan," kata Wahyu. 

Wahyu mengklaim penindakan tersebut sudah sesuai aturan. Yakni, Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Karenanya, dia mengimbau pengendara kendaraan agar jangan parkir sembarangan. 

Selain UU, saat ini tengah Perda Nomor 3 tahun 2018 terkait larangan tersebut. Jika sudah efektif dijalankan, Wahyu mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan razia setiap hari. 

Setiap kendaraan yang ditindak akan digembok dan diberlakukan denda. Bagi kendaraan roda dua, dendanya sebesar Rp 250 ribu. Sedangkan untuk kendaraan roda 4, dendanya sebesar Rp 500 ribu. 

"Kami nggak peduli. Melanggar, akan kami tindak. Kendaraanya akan kami gembok atau diderek meski pemiliknya datang menghampiri," tegas Wahyu. 

Sementara itu, salah seorang wali siswa yang memarkir sepeda motor di depan sekolah bernama, Artita Ayudia juga sempat ditindak. Namun, petugas berbaik hati. Setelah sempat digembok, petugas lalu melepaskan rantai gemboknya. 

"Maaf Pak, saya nggak tahu kalau dilarang parkir di depan sekolah Saya tadi hanya menjemput anak saya saja. Lalu, ada guru yang tiba-tiba memanggil saya ke sekolah," kata Artita.

Sementara itu, denda parkir sembarangan akan segera diterapkan di Kota Buaya. Kini, Dishub Surabaya masih menunggu Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk memberlakukan kebijakan tersebut.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat tidak mengatakan kapan perwalinya terbit. Sekarang masih proses pembahasan di Badan Pajak dan Pendapatan Daerah Surabaya.

"Hingga Agustus ini kami masih sosialisasikan aturan denda parkirnya. Kalau perwalinya jadi dalam waktu dekat, September mendatang sudah bisa kami tindak," kata Irvan.

Nantinya, denda parkir berlaku untuk semua jenis kendaraan bermotor. Dishub berencana menambah alat berat pada tahun depan. Alat itu akan digunakan untuk menderek jika ada truk, bus, atau kendaraan besar lain yang kedapatan parkir sembarangan. "Untuk sementara memang tidak harus di derek. Tapi sebenarnya pemberlakuan denda parkir itu cukup di gembok saja," jelas Irvan.

Terkait besaran dendanya, sama seperti yang telah disosialisasikan sejak akhir Juli lalu. Kendaraan roda 2 yang kedapatan parkir sembarangan akan didenda sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 750 ribu per hari selama 5 hari.

Sedangkan roda 4 atau lebih, dendanya antara Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta per hari selama lima hari. "Pembayaran (denda) nantinya juga pakai sistem elektronik. Kami nggak mau tunai. Terlalu riskan," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas Dishub dan kepolisian masih melakukan sosialisasi terkait aturan tersebut. Petugas mengandalkan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) untuk menindak pengendara. 

Solusi Bangun Park And Ride 

Penertiban parkir di Surabaya diimbangi oleh Dishub dengan membuat park and ride. Gedung parkir yang luas tersebut pada 2018 ini akan merampungkan dua bangunnan di Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Adityawarman. Sebelumnya, park and ride di Jalan Mayjen Sungkono juga telah difungsikan sejak awal 2018 lalu.

Irvan mengatakan, park and ride jadi solusi bagi pengguna kendaraan yang akan parkir. Tidak ada alasan bagi pemilik kendaraan yang akan parkir sembarangan. “Park and ride akan terus diperbanyak di sejumlah kawasan di Surabaya,” katanya.

Di Terminal Joyoboyo, Dishub malah akan menghabiskan anggaran senilai Rp 170 miliar untuk membangun mega proyek park and ride di tempat tersebut. Nantinya, gedung lima lantai itu akan bisa mengakomodir volume parkir hingga 180 kendaraan roda empat. Sedangkan untuk roda dua jumlahnya bisa lebih banyak.

Park and ride di terminal Joyoboyo, juga bisa menampung volume kendaraan pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS). Tempat wisata yang pengunjungnya selalu membeludak saat liburan itu akan dibantu dengan fasilitas parkir di terminal Joyoboyo.

Sedangkan park and ride di Jalan Arif Rahman Hakim dan Adityawarman konsep pembangunannya sama seperti di Jalan Mayjen Sungkono yang sudah beroperasi. “Fasilitas park and ride sangat memadai dan nyaman untuk pemilik kendaraan,” katanya.

Menurutnya, sejumlah kawasan yang akan jadi jujukan pembangunan park and ride pada 2019 di antaranya, Genteng Kali, Kertajaya, Ngangel dan Urip Sumoharjo. Di kawasan tersebut banyak pertokoan dan kawasan padat yang diharapkan bisa memanfaatkan parkir di gedung bertingkat yang nantinya disediakan dishub. “Konsepnya bertingkat karena memang keterbatasan lahan,” jelasnya.

Anggaran untuk pengajuan park and ride baru tersebut juga telah diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2019. Dishub berharap dengan persetujuan itu maka masalah pelanggaran parkir bisa ditekan karena fasilitas gedung parkir yang memadai.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengatakan, pembangunan park and ride harus berada di kawasan strategis dan terjangkau masyarakat yang akan parkir. Sehingga, pemilik kendaraan tidak malas untuk parkir karena alasan jarak yang jauh. “Tarif juga harus disesuasikan,” pungkasnya. (*/hdr/jpc/opi)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia