Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Industri Financing Agresif Garap Pasar Anak Muda

18 Agustus 2018, 14: 41: 25 WIB | editor : Wijayanto

BERBAGI: Tan Eng Han, Regional Manager BFI Finance Wilayah Jawa Timur (kiri) pada bazar sembako murah di kantor BFI Surabaya, dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke 73 Republik Indonesia

BERBAGI: Tan Eng Han, Regional Manager BFI Finance Wilayah Jawa Timur (kiri) pada bazar sembako murah di kantor BFI Surabaya, dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke 73 Republik Indonesia (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Perkembangan dunia digital yang cukup pesat membuat industri financing semakin agesif menggarap market anak-anak muda atau generai millennial. Meskipun saat ini kontribusinya masih kecil namun potensinya cukup besar.

Regional Manager PT BFI Finance Indonesia Tbk Tan Eng Han mengatakan, diera digital seperti sekarang pangsa pasar anak muda yang paling dominan. Sebab mereka yang paling familiar terhadap perkembangan dunia informasi dan teknologi.

Untuk itu, pihaknya saat ini mulai gencar manyasar mereka sebagai market potensialnya. Anak-anak muda yang menjadi bidikannya berkisar usia mulai 20-30 tahunan. Selain jumlahnya cukup besar juga mereka rata-rata memerlukan kendaraan baru untuk mobilitas.

“Sekarang mulai banyak millennial yang ngajukan aplikasi lewat gadget. Rata-rata per bulan ada 20-30 aplikasi. Kami juga membidik komunitas yang marak di Surabaya dan sekitarnya,” ujar Tan Eng Han kemarin di kantornya.

Diakui, saat ini kontribusi dari kalangan millennial masih kecil, namun dia yakin kedepan akan terus tumhuh pesat. Sehingga kontribusi terhadap perseroan juga akan meningkat. Sebab itu pihaknya akan terus intens menggarap market anak muda.

Terkait target tahun ini dia mengaku tetap optimis akan tercapai. Hingga semester pertama tahun ini secara nasional pihaknya sudah menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp 8,56 triliun naik 26,4 persen dibanding tahun lalu periode yang sama.

Dari jumlah tersebut, wilayah Jatim memberikan kontribusi 10 persen. Sementara pembiyaan untuk mobil bekas masih doniman yakni 67,8 persen. Kemudian disusul kendaraan sepeda motor 15,3 persen, alat berat dan emsin 14,5 persen, sisanya dari mobil baru dan properti.

“Khusus Surabaya dan Sidoarjo, hingga semester pertama kami telah membukukan kontrak baru 14.794 senilai Rp 463,6 miliar  atau 108,9 persen dari target,” pungkas Tan Eng Han. (nir/rud)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia