Rabu, 17 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Peringati HUT ke-52, Sritex Persembahkan Karya Indonesia untuk Dunia

Sabtu, 18 Aug 2018 14:38 | editor : Wijayanto

SEREMONIAL: Prosesi pemotongan tumpeng oleh Susyana Lukminto (tengah).

SEREMONIAL: Prosesi pemotongan tumpeng oleh Susyana Lukminto (tengah). (DOK/JPNN)

MEMASUKI usia ke-52 tahun, PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex), terus mengembangkan usahanya dalam berbagai sektor. Pabrik tekstil yang sudah mendunia ini terus melajukan langkahnya untuk memperkenalkan karya yang dimiliki Indonesia kepada dunia. Bertajuk Karya Indonesia Untuk Dunia, Sritex menggelar acara HUT ke-52 Sritex di Diamond Solo Convention  Center, Kamis (16/8) malam. 

Selama 52 tahun Sritex hadir untuk terus berinovasi dan memenuhi permintaan pasar tekstil. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Gatot Nurmantyo, Laksamana Ade Supandi, Sunindyo, Agus Sutomo, Rusmanhadi, Tedjo Edhi Purdijatno. Termasuk Harmoko dan Akbar Tanjung yang merupakan kawan setia almarhum H.M. Lukminto.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Direktur Sritex, Iwan Setiawan Lukminto mengucap syukur dan rasa terimaksihnya kepada tamu undangan. Termasuk semua pihak yang sampai saat ini terus mendukung Sritex. 

“Kerja baik saja, tak usah melihat hasilnya itulah yang menjadi amanah Pak Luk dan menjadi inspirasi saya hingga sekarang. Malam ini jadi malam yang penuh berkah, karena Sritex dapat memasuki usia 52 tahun. Perubahan yang cepat diberbagai bidang dan persaingan yang ketat di pasar global tak akan menghentikan industri tekstil kami,” papar Iwan dalam sambutannya di acara HUT ke-52 Sritex di Diamond Solo Convention Center, kemarin. 

Fokus untuk mengembangkan industri tekstil dan produk tekstil terus dilakukan Sritex. Selain bahan-bahan seragam militer, Sritex juga fokus pada produk fashion. Sebanyak 25 brand internasional mempercayakan Sritex mulai dari proses kapas, pemintalan benang, hingga pakaian jadi. Bahkan tahun ini Sritex mengakuisisi dua perusahaan, yaitu PT Primayuda Mandirijaya di Boyolali dan PT Bitratex Industries di Semarang. Hal ini membuktikan bahwa industri tektil terus berkembang. 

Di tahun yang sama penjualan Sritex mampu meningkat hingga 30 persen. Iwan menyampaikan tahun ini Sritex membukukan aset sebesar 2,3 milyar dolar atau senilai Rp 33 triliun. Bahkan tahun ini tercatat Sritex Grup memiliki 28 pabrik spining, 7 pabrik weaving, 4 pabrik dying, printing, serta finishing dan 11 pabrik garmen. Dengan total karyawan mencapai 50 ribu. Prestasi lain Sritex yaitu produsen seragam militer 32 negara dan ekspor ke 100 negara.

“Tekad kami fokus mengembangkan industri tekstil dan mengibarkan bendera merah putih ke seluruh penjuru dunia,” tegas Iwan. 

Perhelatan makin meriah dengan penampilan penyanyi Judika dan fashion show produk garmen Sritex dan marchandise Asian Games 2018. Yang dipandu dua MC kondang yaitu Indra Herlambang dan Joy Citra Dewi. (gis/edy/rud)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia