Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Suami Berubah Jadi Monster ketika Marah

Kamis, 16 Aug 2018 13:48 | editor : Wijayanto

Suami Berubah Jadi Monster ketika Marah

Ekspresi kemarahan orang berbeda-beda. Ada yang diam seribu bahasa, ada yang ngomel gak jelas, ada juga yang sampai berkata kotor hingga banting-banting banyak barang. Yang ketiga ini, sangat mirip kelakuan Donwori, 29. Ia kalau ngamuk, gak peduli istri gak peduli orang tua, semua diserang.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Karena sudah gak tahan lagi, Karin memutuskan untuk berpisah dengan suaminya yang temperamen itu. Bagaimana bisa tahan kalau suaminya ini memiliki temperamen yang kebangetan. Sedikit-sedikit  marah. Kalau marah, wah....gak hanya ngamuk. Barang-barang yang ada dalam jangkauannya, remuk karena jadi pelampiasan. “Sudah gak tahan, dia sangat mengerikan kalau marah,” kata Karin saat menunggu sidang pertamanya di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Hubungan pernikahan yang dijalin Karin dengan Donwori ini sudah berjalan selama tiga tahun. Ia harus bolak balik mengganti televisi, laptop, handphone dan barang pecah belah dalam rumahnya. Bisa dibilang, pengeluaran terbesar belanja rumah tangganya adalah karena barang-yang rusak akibat amukan Donwori. “Udah ngalah-ngalahin belanja keperluan dapur iku, perlu dianggarkan dewe,” lanjut Karin, senewen.

Meski sudah biasa melihat barang-barangnya hancur begitu, Karin tetap diam saja. Di pikirannya, mungkin  suatu saat suaminya bisa berubah seiring umur pernikahan yang semakin matang. Eh rupanya, harapannya cuma harapa. Selama tiga tahun itu, suaminya kerap menunjukan sikap temperamennya. Apalagi ketika suaminya ini banyak pikiran.

Meski kebal amukan, lanjutnya, Karin tak bisa terima ketika suaminya ini memperlakukan orang tuanya dengan kasar. Eh ndilalah, suatu hari kejadian juga. Ceritanya, Donwori yang sedang main ke rumah mertua marah gara-gara sepatunya dipindahkan ke tempat lain. Tak ngerti unggah ungguh, kalau peribahasa jawanya, dia memarahi ibu Karin saat itu. “Kok berani-beraninya dia menghardik ibukku. Dibilangnya gitu aja dipindahkan. Apa takut rumahnya kotor. Wes Mbak... tapi seluruh hewan di kebun binatang diucapkan semua,” imbuhnya.

Gara-gara kemarahan yang tak kira-kira ini juga, Karin langsung memutuskan untuk menceraikan suaminya. Bagaimana bisa jadi bapak kalau kelakuannya kasar seperti itu. Tak bisa dicontoh. “Dasar serigala berbulu domba memang, pas pacaran aja sayang-sayangan. Jebul sudah menikah baru ketahuan aslinya,” pungkasnya. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia