Senin, 19 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Ludruk Surabaya Siap "Nglurug" Ibu Kota

Rabu, 15 Aug 2018 17:36 | editor : Wijayanto

SARAT PESAN MORAL: Sejumlah pemain Ludruk saat mementaskan lakon BUI di Balai Budaya Surabaya, Selasa (14/8).

SARAT PESAN MORAL: Sejumlah pemain Ludruk saat mementaskan lakon BUI di Balai Budaya Surabaya, Selasa (14/8). (Suryanto/Radar Surabaya)

SURABAYA - Setelah berhasil merevitalisasi kesenian tradisional ludruk di Kota Pahlawan, kelompok ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara saat ini bersiap-siap untuk unjuk gigi di Ibu Kota Jakarta pada 17 hingga 19 Agustus 2018. Hal ini disampaikan Sekretaris kelompok ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara Meimura kepada Radar Surabaya, Selasa (14/8).

Meimura mengatakan, kelompoknya akan memainkan dua lakon, yakni "Bui/Guruku Tersayang" adaptasi karya Akhudiat, di Taman Mini Indonesia Indah pada Jumat (17/8). Dan dilanjutkan dengan lakon kedua "Cak Durrasim" di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, selama dua malam berturut-turut, yakni 18 dan 19 Agustus.

Menurutnya, generasi muda hendaknya juga bisa meneladani semangat yang dimiliki oleh Cak Durasim yang melawan penjajah melalui kesenian. Tak hanya itu, adanya salah pemahaman tentang bagaimana kronologi kematian Cak Durasim yang salah akan coba diluruskan melalui pementasan tersebut.

"Kami sudah melakukan riset dan bertanya langsung kepada keluarga Cak Durasim bagaimana sebenarnya kondisi saat kematian yang bersangkutan." Tegas laki-laki yang juga sutradara ludruk ini.

Pementasan muhibah ludruk Surabaya ke Jakarta ini, menurut Meimura untuk merayakan Ulang Tahun ke-73 RI dan Asian Games. Ludruk, sejarahnya, dalam masa perjuangan kemerdekaan dijadikan media efektif untuk menyampakaian berbagai informasi kepada rakyat, Jawa Timur khususnya. (sur/nur)

(sb/sur/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia