Selasa, 20 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Libatkan Kemenhub dan PT, Bentuk Tim Lelang Proyek Trem

Rabu, 15 Aug 2018 15:22 | editor : Wijayanto

Libatkan Kemenhub dan PT, Bentuk Tim Lelang Proyek Trem

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tampaknya sangat serius dalam merealisasikan pembangunan trem. Melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2018, pemkot telah membentuk panitia lelang untuk mewujudkan moda transportasi masal tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui, telah membentuk panitia lelang untuk mengakomodir calon investor yang akan ikut membangun trem. Namun, dalam lelang tersebut, pemkot tidak akan cawe-cawe (ikut campur, Red) dalam menentukan pemenang. “Kita akan minta bantuan tim ahli,” katanya, Selasa (14/8).

Tim ahli yang dimaksud berasal dari perguruan tinggi dan Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Nantinya, ujar Risma, tim ahli itu akan melihat tawaran dari masing-masing investor terhadap kelayakan trem yang akan beroperasi dari Terminal Joyoboyo hingga Siola.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) ini menegaskan, dalam beauty contes yang dilakukan oleh tim ahli terhadap investor trem akan dilihat keunggulan dalam mega proyek yang ditawarkan. Tidak hanya canggih, tetapi juga murah. “Nantinya dilihat bagus-bagusan proyeknya dan murah-murahan,” ucap wali kota dua periode ini.

Dari informasi yang dihimpun Radar Surabaya, pemkot mengajukan anggaran senilai Rp 400 miliar pada APBD 2019. Anggaran yang masih digodok dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tersebut, nantinya untuk menggarap proyek yang batal didanai oleh pemerintah pusat itu.

Dia mengungkapkan, trem nantinya akan menggunakan energi baterai. Di beberapa tempat juga akan dibangun tempat pengisi daya trem untuk mengisi ulang baterai. Trem tetap menggunakan lintasan rel yang akan dibangun secara bertahap. “Teknologinya ramah lingkungan karena menggunakan baterai,” ujar mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha mengatakan, pembahasan dalam KUA-PPAS untuk kepentingan trem akan dibahas lebih lanjut. Dia memastikan kebutuhan anggaran akan diperlukan untuk kepentingan masyarakat Surabaya. “Saya sudah dengar tentang usulan itu (trem), tapi kan nanti dibahas oleh tim anggaran secara bersama-sama,” katanya.

Politisi PKB ini menegaskan, jika nantinya trem menjadi bagian alat transportasi yang urgent, maka realisasi anggaran akan disetujui. Namun, jika sebaliknya maka kebutuhan anggaran bisa dialihkan untuk infrastruktur lain. “Kita lihat dulu,” pungkasnya. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia