Rabu, 26 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

6 Ons Sabu dalam Bungkus Teh China

Rabu, 15 Aug 2018 15:11 | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Yuli Arianto dan Sholahudin yang digiring polisi di Mapolrestabes Surabaya.

TERSANGKA: Yuli Arianto dan Sholahudin yang digiring polisi di Mapolrestabes Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Berbagai modus dilakukan pengedar narkoba untuk menyembunyikan barang dagangannya. Seperti yang dilakukan Yuli Arianto,40. Pria asal Jalan Rembang Utara Nomor 37, Surabaya ini menggunakan bungkus teh China untuk menyembunyikan 6 ons sabu-sabu (SS). Tak hanya SS, dari tangan pengedar itu polisi juga mengamankan 173 butir ekstasi.

BARANG BUKTI: Sabu-sabu dan pil ektasi yang sempat disembunyikan di dalam bungkus teh China.

BARANG BUKTI: Sabu-sabu dan pil ektasi yang sempat disembunyikan di dalam bungkus teh China. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Penangkapan Yuli dilakukan Tim Satreskoba dan Polsek Tambaksari, Surabaya pada Rabu (8/8). Penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi adanya transaksi SS di kawasan Jalan Rembang Utara. Informasi itu lantas ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya polisi berhasil mengidentifikasi identitas Yuli.

"Setelah kami melakukan pengintaian, kami melakukan penggerebekan di rumah tersangka. Kami berhasil mengamankannya," ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Selasa (14/8).

Rudi mengatakan pada saat digerebek, tersangka sibuk menimbang SS. Kemudian, polisi melakukan penggeledahan. Hasilnya, didapati tujuh kantong plastik berisi sekitar 6 ons SS. Barang tersebut disembunyikan tersangka di sebuah bungkus plastik bekas teh China.

"Kami juga mengamankan barang bukti lain yakni 173 butir ekstasi, timbangan elektrik, kartu ATM, buku catatan transaksi dan dua buah hanphone (HP)," lanjut Rudi.

Dari penangkapan Yuli, polisi melakukan pengembangan penyelidikan. Sebab dari keterangan Yuli, narkoba jenis SS dan ekstasi tersebut diperoleh seorang yang bernama Sholehudin. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap pria usia 24 tahun tersebut di kawasan Banyuwangi dengan barang bukti satu ons SS dan 234 butir ekstasi.

"Kami masih akan terus melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku lain. Sebab berdasarkan informasi yang kami terima, SS yang dijual oleh kedua tersangka ini dipasok oleh seorang kurir dari Jakarta dengan jalur kereta api," bebernya.

Menurut Rudi ada satu pelaku lain yang menjadi penghubung antara Yuli dan Sholahudin, yakni Erwin. Menurut pengakuan Yuli, mereka biasanya melakukan transaksi di Jalan Ngagel Utara tepatnya di depan makam Jalan Ngagel.

"Selain mengejar DPO, dari jaringan ini kami mendapati jika mereka dikendalikan oleh seorang bandar yang saat ini mendekam di salah satu lapas (Cipinang,Red)," tandas Rudi.

Alumnus Akpol tahun 1993 itu menjelaskan, jaringan ini mengedarkan narkoba di Surabaya dalam jumlah besar. Sebab, Yuli bisa memesan 4 kilo SS per bulannya. Selain mengedarkan dalam jumlah besar, Yuli melayani pembelian paket hemat. (yua/no)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia