Senin, 24 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Jemput Bola, 4 SMA Jadi Lokasi Perekaman E-KTP

Senin, 13 Aug 2018 14:46 | editor : Wijayanto

SEMAKIN MUDAH: Dispendukcapil melakukan perekaman e-KTP di SMAN 5 Surabaya beberapa waktu lalu. Langkah ini akan dilakukan lagi di empat SMA di Kota Pahlawan.

SEMAKIN MUDAH: Dispendukcapil melakukan perekaman e-KTP di SMAN 5 Surabaya beberapa waktu lalu. Langkah ini akan dilakukan lagi di empat SMA di Kota Pahlawan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Upaya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya dalam menuntaskan perekaman KTP elektronik atau e-KTP terus dilakukan. Salah satunya pada pekan ini, sebanyak empat SMA di Kota Pahlawan akan jadi jujukan perekaman e-KTP.

Perekaman dilakukan bagi pelajar di SMA yang berusia 16 tahun ke atas, yang pada 2018 sudah berusia 17 tahun. “Kita ingin rekam mereka dulu hingga nanti pada saat usianya sudah genap 17 tahun pada 2018, langsung mendapatkan e-KTP,” kata Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo, Minggu (12/8).

Pejabat yang akrab disapa Anang ini menegaskan, meski nantinya belum mendapatkan e-KTP, pelajar yang bersangkutan bisa mengurus SIM atau urusan lainnya yang membutuhkan e-KTP. Dengan surat perekaman yang telah dilakukan, maka yang bersangkutan dengan mudah mengurus keperluan lainnya. “Kan enak saat usia 17 tahun langsung sudah beres semua,” ujarnya.

Anang mengungkapkan, empat SMA tersebut yakni SMAN 5, SMAN 18, SMA 19 dan SMA Muhamadiyah 2 Pucang. Perekaman dilakukan secara bergiliran. Pelajar diminta membawa fotocopi kartu keluarga sebagai syarat ketentuan untuk mengetahui identitas kelahiran. “Jika belum waktunya, atau masih usia 15 tahun ya tidak bisa,” ucapnya.

Sebelumnya, pihak Dispendukcapil juga sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melakukan perekaman e-KTP bagi pelajar yang berusia 16 tahun. Perekaman dijadwalkan tanpa menggangu jam pelajaran.

Ke depan, tidak hanya pelajar SMA saja yang akan melakukan perkaman e-KTP, tetapi pelajar SMK juga akan mendapatkan fasilitas semacam ini. Nantinya, apabila cetakan e-KTP sudah selesai, para pelajar SMA bisa mengambil di kantor Dispendukcapil atau kecamatan terdekat. “Kita ingin jemput bola, sehingga target penyelesaian bisa tuntas,” terang mantan Kabag Hukum ini.

Dia menambahkan, hingga saat ini total jumlah warga Surabaya yang sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 2.035.178 orang. Ditargetkan, dengan sejumlah terobosan maka penyelesaian e-KTP bisa terlaksana dengan baik. “Mulai dari inovasi antrean hingga jemput bola lansia sudah kita lakukan,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Surabaya Armuji mengatakan, penyelesaian perekaman e-KTP memang harus jadi prioritas. Hal itu dilakukan agar kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan e-KTP bisa terpenuhi dengan cepat. “Jangan sampai kurun waktu perekaman dengan kepemilikan e-KTP jaraknya lama,” harapnya. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia