Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Warga Setuju Jalan Dinoyo dan Gunungsari Diubah

Sabtu, 11 Aug 2018 10:00 | editor : Abdul Rozack

TOLAK: Gerakan Peduli rakyat Suroboyo (GPRS) dan Mas Trip (Tentara Republik Indonesia Pelajar) unjuk rasa menolak perubahan nama jalan.

TOLAK: Gerakan Peduli rakyat Suroboyo (GPRS) dan Mas Trip (Tentara Republik Indonesia Pelajar) unjuk rasa menolak perubahan nama jalan. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Perubahan nama Jalan Gunungsari menjadi Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Dinoyo menjadi Jalan Pasundan akan segera diparipurnakan untuk digedok. Meski sempat ada penolakan, mayoritas anggota pansus setuju usulan dari Pemprov Jatim itu untuk mengubah nama jalan tersebut. 

Kepastian itu disampaikan Wakil Ketua pansus Agustin Poliana saat melakukan kunjungan bersama anggota pansus di dua jalan tersebut pada Jumat (10/8) sore hari. “Tidak ada masalah dengan warga sekitar terkait perubahan nama jalan itu,” katanya. 

Politisi PDI Perjuangan ini menyebut, perubahan tidak berpengaruh terhadap administrasi kependudukan warga sekitar Jalan Gunungsari. Jalan itu akan diubah namanya sekitar 500 meter. Yakni, mulai pintu masuk tol Jalan Mastrip sampai Rolak Gunungsari. “Sudah kita tinjau ke lokasi,” ujar Agustin yang mengaku sudah berkonsultasi dengan Bagian Hukum serta Dinas Perumahan Rakyat Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya. 

Dia menambahkan, Jalan Gunungsari akan tetap ada yakni mulai dari depan Jalan Yani Golf 1 (atau depan Bumi Marinir Gunungsari) sampai Joyoboyo. Di sepanjang jalan itu tidak ada perubahan nama, tetap Gunungsari. “Masih ada Jalan Gunungsari,” terangnya. 

Sedangkan untuk Jalan Dinoyo, Agustin menegaskan jika tidak ada masalah karena warga sudah sepakat semua namanya diubah. Ada sekitar 35 KK penduduk Jalan Dinoyo yang terkena dampak perubahan nama jalan. Namun kesemuanya sudah sepakat dan menyetujui. “Pemkot dan pemprov sepakat untuk membantu pengurusan adminstrasi,” ujarnya. 

Sebelumnya, pada siang harinya sejumlah elemen masyarakat melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Surabaya. Gerakan Peduli rakyat Suroboyo (GPRS) dan Mas Trip (Tentara Republik Indonesia Pelajar) meminta agar pansus membatalkan perubahan nama tersebut. Mereka menganggap nama Jalan Dinoyo dan Gunungsari yang sudah lama ada  bagian dari sejarah bangsa. 

Ketua pansus perubahan nama jalan Abdul Muid yang juga menolak perubahan nama itu bahkan juga mengundurkan diri dari jabatan ketua. “Saya sejalan dengan warga yang menolak perubahan nama karena itu saya mundur,” ucap politisi Nasdem ini.(vga/no) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia