Rabu, 19 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemprov Siap Gaji 21 Ribu GTT dan PTT

11 Agustus 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Pemprov Siap Gaji 21 Ribu GTT dan PTT

Pemprov Siap Gaji 21 Ribu GTT dan PTT (Grafis: Fajar)

SURABAYA - Gubernur Jatim terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa memastikan 21 ribu guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) mendapat anggaran gaji dari APBD seluruhnya. Mengenai besarannya, tetap akan menerima Rp 750 ribu per orang. 

“Insya Allah kami sudah ketemu format penganggaran, dari 21 ribu GTT dan PTT, untuk tahun ini tercover baru 8 ribu (orang, Red). Jadi masih tersisa dan Insya Allah tahun depan anggarannya cukup untuk GTT dan PTT yang 21 ribu lebih,” ujar Khofifah, Jumat (10/8). 

Kepastian tersebut didapat setelah tim navigasi program bersama Khofifah bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rahman. Mereka membahas sinergitas dengan program Nawa Bhakti Stya dan janji kampanye. Yang di dalamnya termasuk soal GTT/PTT. 

Mengenai besaran yang akan diterima para guru serta pegawai honorer di SMA/SMK, alumni Unair itu menyebutkan bahwa jumlahnya masih sama dengan tahun lalu. “Semuanya dapat support APBD Rp 750 ribu,” jelasnya. 

Besaran gaji GTT dan PTT tersebut bakal dimasukkan dalam rancangan APBD 2019. Diakui Khofifah, penganggaran gaji GTT dan PTT ini tidak bisa diambilkan dari dana perimbangan, melainkan harus melalui RAPBD. Khawatirnya jika diambilkan dari dana perimbangan, ketika telat turun, berdampak pada guru honorer. 

Perlu diketahui, Pemprov Jatim akan menggelontor anggaran Rp 6 miliar per bulan dengan nilai per orang Rp 750 ribu. Gaji itu diberikan kepada 4 ribu GTT, serta 4 ribu PTT di seluruh SMA/SMK negeri se-Jatim. Ini untuk mengalokasikan subsidi gaji GTT/PTT untuk 14 kali dalam setahun. Hal itu menyesuaikan dengan standar gaji yang ada di pemprov. Karena itu, akan ada tunjangan satu kali subsidi gaji pada saat hari raya dan satu kali subsidi gaji ke-13.

Di Jatim jumlah GTT maupun PTT sudah mencapai 21.754 orang. Rinciannya GTT sebanyak 11.962 orang yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Sedangkan untuk PTT mencapai 9.792 orang. Mereka bertugas sebagai tenaga laborat, pustakawan, administrasi, dan tenaga lain. Hingga saat ini masih ada 13 ribu lebih GTT/PTT yang belum masuk

pada penerimaan pertama sejumlah 8 ribu orang, Dinas Pendidikan Jatim punya kriteria sendiri. Mulai dari masa bakti, jam belajar, hingga sejumlah persyaratan lain. Nantinya, para tenaga pendidik yang dinyatakan memenuhi kriteria bakal dimasukkan dalam surat keputusan (SK) yang ditetapkan oleh pemprov.

Sementara itu, dalam pembicaraan dengan Dinas Pendidikan Jatim, Khofifah menyebutkan juga ada pembahasan mengenai program pendidikan gratis berkualitas. Mantan menteri sosial tersebut memastikan bahwa program yang disebutnya tis tas bisa berjalan, terutama bagi SMA/SMK negeri. 

“Kalau untuk swasta sedang dihitung ulang, karena ada SMA/SMK favorit yang memang untuk kelas menengah ke atas. Itu yang lagi dilakukan verifikasi,” pungkasnya. (bae/no) 

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia