Kamis, 18 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pakai Modus Pura-Pura Muntah, Pencopet di Angkot Dibekuk

Jumat, 10 Aug 2018 08:00 | editor : Abdul Rozack

REKA ULANG: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto meminta tersangka Muhamad Rofik memperagakan aksinya di mobil angkot.

REKA ULANG: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto meminta tersangka Muhamad Rofik memperagakan aksinya di mobil angkot. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Anggota Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil meringkus seorang copet spesialis angkot, yang melarikan diri di Jalan Kalianak, Surabaya, Kamis ( 9/8). Tersangkanya, adalah Muhamad Rofik, 38, warga Jalan DKA Tegal, Wonokromo,Surabaya.

Kejadian bermula sekitar pukul 13.00, anggota Satlantas itu melihat warga yang cekcok di pinggir Jalan Kalianak, Surabaya. Dikiranya laka lantas, dia langsung mendatangi warga tersebut.

Namun saat tiba di lokasi, tiba-tiba, pria itu melarikan diri dari lokasi warga yang cekcok tersebut. Tak tahunya, ternyata dia itu tersangka copet. 

Bersamaan dengan itu, korban berteriak copet-copet sembari menunjuk tersangka yang melarikan diri. Mendengar teriakkan itu, polisi lalu lintas itu langsung melakukan pengejaran. 

”Tersangka sempat hendak memanjat trailer yang melintas namun tidak berhasil. Ia juga sempat mau membonceng sepeda motor yang melintas tetapi gagal lagi. Kemudian tersangka berhasil saya berhentikan dan saya bawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak,” beber Bripka Yoyok Hermawan, anggota Lantas yang melakukan pengejaran.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menuturkan, modus tersangka adalah dengan cara berpura-pura ingin muntah untuk mengalihkan perhatian mangsanya. 

”Tersangka selalu beraksi di angkot dengan satu rekannya SLM (DPO). Pelaku satu pura-pura muntah dengan harapan korban menghindar dan mendekat ke pelaku dua. Saat lengah, pelaku dua mendekat, dengan lihainya mengambil handphone (HP) yang ada di dalam tas korban,” terang Agus.

Selain itu, tersangka mengaku jika sudah dua bulan melakukan aksi copet di dalam angkot tersebut. ”Sehari biasanya dapat dua unit HP. Lalu barang dijual ke pasar maling dengan rata-rata harga Rp 700 ribu,” terang Muhamad Rofik, saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Kini tersangka diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Selain itu, polisi juga masih memburu tersangka lain yang berhasil kabur.(son/no)

(sb/son/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia