Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

183 Orang Ajukan Perekaman E-KTP Jemput Bola

10 Agustus 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

FOTO E-KTP: Petugas Dispendukcapil memotret warga lansia di kamarnya untuk perekaman e-KTP.

FOTO E-KTP: Petugas Dispendukcapil memotret warga lansia di kamarnya untuk perekaman e-KTP. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Layanan jemput bola bagi masyarakat lanjut usia (lansia) kembali diaktifkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya. Meski sempat mandek karena banyaknya antrean pengajuan e-KTP, kini layanan itu kembali bisa dinikmati oleh lansia maupun masyarakat yang tidak bisa berkunjung di kantor Dispendukcapil atau kecamatan. 

Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, sejak pelayanan jemput bola e-KTP dimulai pada 2016, sudah ada pengajuan hingga 183 orang. Pemohon yang mayoritas lansia itu meminta untuk menggunakan program jemput bola agar bisa melakukan perekaman di rumahnya. “Layanan jemput bola sempat vakum beberapa minggu dan saat ini sudah dibuka lagi,” kata pejabat yang akrab disapa Anang ini. 

Menurutnya, sejumlah prosedur harus dilewati dalam pengajuan jemput bola. Pihak keluarga terlebih dahulu datang ke kantor Dispendukcapil untuk mengajukan surat permohonan perekaman e-KTP dengan melampirkan foto kopi kartu keluarga (KK). Foto yang ingin melakukan perekaman juga harus ada untuk mengetahui kondisi yang bersangkutan. “Setelah itu, Dispendukcapil membuat surat disposisi untuk kemudian diverifikasi,” ujarnya. 

Dia mengungkapkan, tata cara perekaman e-KTP menggunakan layanan jembut boa tidak jauh berbeda dengan perekaman e-KTP pada umumnya. Namun, kondisi fisik pemohon yang tidak memungkinkan datang menjadi salah satu prioritas petugas datang ke rumah pemohon tersebut. Selain itu, perekaman e-KTP di rumah dilakukan secara offline. 

Artinya, hasil perekaman di-inject dahulu di server Dispendukcapil, kemudian diverifikasi oleh Kemendagri. “Setelah diverifikasi Kemendagri, data e-KTP akan keluar, kemudian dicetak berbentuk e-KTP,” terangnya.

Dia menambahkan, layanan jemput bola tidak hanya dilakukan untuk warga lansia. Tetapi juga menyasar rumah sakit, panti jompo, liponsos dan rumah tahanan. Warga di rumah yang memiliki penyakit kronis jadi prioritas utama. “Apalagi tidak bisa jalan atau lumpuh akan kita utamakan,” ucapnya. 

Hingga saat ini, lanjut Anang, total jumlah masyarakat Surabaya yang sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 2.035.178 orang. Diharapkan bagi warga yang belum melakukan perekaman segera mengkonfirmasi kepada kecamatan dan kelurahan agar direkam.(vga/no) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia