Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Diusulkan Anggaran Trem untuk Bangun RS

Kamis, 09 Aug 2018 16:30 | editor : Wijayanto

DIFUNGSIKAN LAGI: Bekas depo trem Joyoboyo yang kini dihuni 300 KK akan difungsikan kembali

DIFUNGSIKAN LAGI: Bekas depo trem Joyoboyo yang kini dihuni 300 KK akan difungsikan kembali (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Komisi C DPRD Surabaya tampaknya kurang sreg dengan usulan anggaran senilai Rp 400 miliar yang akan dialokasikan untuk pembangunan trem mulai 2019. Nilai anggaran yang besar tersebut diharapkan dialihkan untuk pembangunan rumah sakit (RS) di kawasan selatan.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya M Machmud mengatakan, anggaran pembangunan trem nantinya diusulkan masuk dalam APBD 2019 senilai Rp 400 miliar. Anggaran tersebut nantinya untuk pembangunan trem mulai dari terminal Joyoboyo hingga Siola. “Jaraknya pendek apa itu nanti efektif untuk mencegah kemacetan,” katanya.

Politisi Demokrat ini menegaskan, kebutuhan anggaran yang besar untuk pembangunan trem dari Joyoboyo-Jalan Rajawali hingga mencapai Rp 4 triliun memang sangat memberatkan. Karena itu, pemkot mengepras jalur trayeknya hingga Siola. Komisi C pesimistis juga jalur tersebut bisa menjadi moda angkutan masal yang tepat bagi trem. “Bukan untuk transportasi umum tapi untuk jalur wisata,” ujar mantan ketua DPRD Surabaya ini.

Menurutnya, daripada membuang anggaran yang peruntukkannya kurang maksimal, maka lebih baik anggaran tersebut dialihkan untuk pembangunan rumah sakit baru. Wilayah selatan sangat prospektif untuk menyokong dua rumah sakit milik pemkot yang sudah ada. “Di kawasan selatan butuh sekali,” jelasnya.

Anggaran Rp 400 miliar yang diusulkan, imbuhnya, sudah cukup untuk membangun rumah sakit baru plat merah sekelas dr Soewandhi dan Bhakti Dharma Husada. Nantinya, pemkot juga tidak bingung lagi untuk menambah anggaran karena dengan dana itu bisa membangun rumah sakit berkapasitas yang besar. Apalagi, kebutuhan layanan kesehatan di Surabaya juga harus ditingkatkan.

Dia menegaskan, pemkot harus memiliki konsep yang matang dalam perencanaan pembangunan trem. Sehingga, pembangunan moda transportasi itu bisa bermanfaat untuk mengubah budaya masyarakat untuk tidak naik kendaraan pribadi. “Jika rutenya tidak pas ya apa mau masyarakat naik trem,” terangnya.

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, pemkot sudah mempersiapkan sejumlah fasilitas penunjang bagi trem karena sudah dikonsep sejak lama. Anggarannya juga bisa menggunakan multi years karena kebutuhan anggaran yang besar. “Apakah nanti untuk trem atau monorel pokoknya fasilitas penunjang sudah disiapkan,” katanya.

Menurut Whisnu, total anggaran yang dibutuhkan untuk membuat trem masih akan dipastikan lebih lanjut. Diharapkan pada 2019 progres pembangunan sudah bisa dilakukan. “Saya lihat dulu di KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara) nilai nominal anggarannya,” pungkasnya.(vga/no)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia