Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Jaksa Panggil Kadinkes Pekan Depan

Kamis, 09 Aug 2018 15:57 | editor : Aries Wahyudianto

DIPERIKSA : Kadinkes dr Nurul Dholam ketika diperiksa di ruang kerjanya, Senin kemarin.

DIPERIKSA : Kadinkes dr Nurul Dholam ketika diperiksa di ruang kerjanya, Senin kemarin. (DOK/RADAR GRESIK)

KEBOMAS - Kejaksaan berencana memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik, dr Nurul Dholam, pekan depan. Pemanggilan berkaitan dengan penyelidikan dugaan pemotongan uang jasa pelayanan (Jaspel) dari dana Kapitasi BPJS Kesehatan.

Kepala Kejaksaan Negeri Gresik, Pandu Pramoertika membenarkan, pihaknya akan memanggil dan memeriksa Kadinkes Gresik, minggu depan. Pemeriksaan masih sebatas sebagai saksi atas kasus pemotongan uang jaspel dana Kapitasi BPJS Kesehatan 2016-2017.

"Masih sebagai saksi karena saat ini dalam tahap penyelidikan. Pemeriksaan sekaligus untuk melengkapi keterangan sejumlah saksi yang sudah kami periksa sebelumnya," jelas Kajari Pandu Pramoekrtika.

Disebutkan, hingga Rabu siang, pihaknya sudah memeriksa 4 orang saksi. Masing-masing 2 staff puskesmas dan 2 sekretaris pribadi kadinkes. “Kami sudah bisa melakukan perhitungan kerugian negara sehingga untuk kasus ini pasti ada tersangka. Saat ini hanya melengkapi berkas-berkas administrasi saja untuk dinaikkan ke ranah penyidikan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kasie Pidsus Andrie Dwi Sugianto menambahkan, pihaknya juga berencana memanggil seluruh kepala puskesmas di lingkungan Dinkes Gresik. Pemanggilan itu dilakukan Kamis dan Jumat pekan ini. "Memang rencananya besok (hari ini, Red) kami panggil untuk diperiksa," jelas Andrie.

Kepala puskesmas diperiksa karena pemotongan uang jasapel dana Kapitas BPJS Kesehatan berasal dari 32 puskesmas. Pihaknya berharap bisa mendapatkan keterangan detail dari pemeriksaan itu. "Kita tunggu saja, kami belum bisa memberikan keterangan terkait nilai potongan dan lainnya," ujar Andre kemarin.

Ditambahkan, pihaknya sudah memindahkan semua data dari 3 komputer dan 1 laptop dari kantor Dinkes. Kini seluruh hard disk dokumen dikirim ke Laboratorium Forensik Kejaksaan Agung (Kejagung). “Memang ada beberapa file terkait kasus ini yang sudah dihapus dari komputer. Namun itu tidak menjadi masalah, kita bisa membongkar semuanya di Labfor Kejagung,” ujarnya. (fir/yud/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia