Kamis, 16 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Mahasiswa PENS Dibacok Begal, Berhasil Rebut Kembali Motornya

Rabu, 08 Aug 2018 07:20 | editor : Abdul Rozack

Mahasiswa PENS Dibacok Begal, Berhasil Rebut Kembali Motornya

Mahasiswa PENS Dibacok Begal, Berhasil Rebut Kembali Motornya (ISTIMEWA)

SURABAYA – Moh Agung Dirmawan, 19, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menderita patah tulang akibat dibacok oleh tiga orang begal di Bundaran ITS, Minggu (5/8). Pria asal Pepe, Sedati, Sidoarjo itu dibacok golok lantaran berani merebut kembali motor Honda Varionya yang sempat direbut begal. 

Kejadian itu berawal mahasiwa semester 5 itu pulang dari kampus larut malam karena membantu persiapan adik kelas untuk ospek. Dengan mata lelah, Agung mengendarai moto Vario melintas jalan di depan kampus ITS tersebut. Selepas melalui bundaran ITS arah ke Jalan Kertajaya Indah, tiba-tiba ia dipepet oleh kawanan begal. ”Tiga orang naik satu motor dan yang dua orang mukanya ditutup kain,” cerita Agung saat ditemui di ruang Marwah, RS Haji, Surabaya, Selasa (7/8).

Tiga kawanan begal itu langsung memberhentikan motor korban dan merebutnya secara paksa. Saat akan kabur membawa motor, Agung berusaha merebut kembali motor kesayangannya itu. ”Saya tarik jaket salah satu begal itu sampai lepas dan terjatuh,” imbuhnya

Namun akibat perlawanan itu, Agung malah mendapat sabetan golok dari kawanan begal tersebut. ”Senjatanya seperti golok tapi agak tumpul. Saya sempat menangkis dengan tangan. Pelaku membacok berkali-kali dan salah satunya mengenai tangan saya,” terangnya.

Buah dari perlawanan itu, Agung berhasil kembali merebut motornya dari tangan begal. Agung langsung menggeber motor varionya menuju pos satpam di gerbang kampus ITS. ”Saat itu, saya tak sadar jika tangan saya berdarah, baru setelah di pos satpam menyadarinya (tangan terluka, Red). Saya juga sempat membawa jaket pelaku yang berhasil saya rebut saat menarik mereka,” cerita Agung.

Setelah itu, Agung diantar ke RS Haji oleh satpam setempat. Ia mendapatkan perawatan langsung dari tim medis. Saat ditemui, tangan kiri agung juga masih diperban karena bekas operasi akibat tebasan golok itu.

Kapolsek Sukolilo Kompol Ibrahim Ghani membenarkan kejadian yang menimpa mahasiswa ini. ”Anggota sudah melakukan penyelidikan di lokasi. Beruntung motor korban tidak berhasil dibawa kabur. Kami harap bisa segera mengungkap pelaku,” terangnya, Selasa (7/9).(son/no)

(sb/son/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia