Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

30 Mobil Bodong Disita Polisi

Rabu, 08 Aug 2018 09:20 | editor : Abdul Rozack

TANPA PEMILIK: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan (kanan) didampingi Kasatlantas AKBP Eva Guna Pandia meninjau 30 mobil bodong di halaman

TANPA PEMILIK: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan (kanan) didampingi Kasatlantas AKBP Eva Guna Pandia meninjau 30 mobil bodong di halaman Satpas Colombo, Surabaya, Selasa (7/8). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Sebanyak 30 mobil bodong dibeber di Satpas Colombo Satlantas Polrestabes Surabaya, Selasa (7/8). Puluhan mobil dari berbagai merek tersebut merupakan hasil sitaan polisi selama tujuh bulan terakhir. Diduga mobil yang disita tersebut merupakan hasil kejahatan fidusia, penipuan dan penggelapan hingga curanmor. 

Yuan Abadi - Wartawan Radar Surabaya

Puluhan mobil bodong diamankan dari sejumlah lokasi di Surabaya. Misal di Jalan Ahmad Yani, Panglima Sudirman, Jalan Darmo, Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Pemuda. Mobil yang rata-rata keluaran terbaru tersebut disita lantaran pemilik kendaraan tak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan yang sesuai dengan nopol, nomor rangka (noka) dan nomor mesin (nosin). 

“Mobil-mobil ini terjaring razia. Kami sita lantaran dokumen yang ditunjukkan tak sesuai dengan mobil yang dikemudikan,” ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan.

Rudi mengatakan indikasi kenapa dokumen mobil tak sesuai lantaran mobil tersebut merapakan hasil kejahatan. Seperti tindak pidana fidusia, atau mobil yang mengalami kredit macet dan dijual dengan surat-surat palsu. Selain itu, bisa jadi mobil tersebut merupakan hasil penipuan dan penggelapan atau curanmor. 

“Dugaan lain juga pemilik sengaja memalsukan TNKB atau nopol kendaraan untuk menghindari angsuran kepada finance,” lanjut Rudi.

Menurut Rudi, hingga saat ini tim Satlantas dan Satreskrim Polrestabes Surabaya masih berupaya untuk mencari tahu asal muasal mobil tersebut. Caranya, melakukan pengecekan noka, nosin hingga nopol mobil untuk dicocokan.

“Misalkan dari salah satu mobil setelah kami lacak berada dari daerah tertentu. Kemudian, setelah didalami rupanya di daerah tersebut sebelumnya terjadi pencurian atau perampasan mobil. Jika kejadian dan mobil yang kami amankan sesuai tentunya kami tinggal memberikan unit itu kepada pemiliknya,” tandas Rudi.

Rudi juga mengimbau sekaligus menginformasikan kepada masyarakat jika merasa kehilangan mobil bisa mendatangi Satlantas Polrestabes Surabaya. Untuk memastikan hak kepemilikan, pemilik wajib membawa surat-surat kendaraan mulai dari STNK dan juga BPKB. 

“Kalau bisa dipastikan sesuai, pemilik bisa membawa mobilnya pulang secara gratis,” pungkas perwira dengan tiga melati di pundaknya ini.(*/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia