Rabu, 19 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Kenalkan Produk Unggulan Daerah ke Eropa

07 Agustus 2018, 13: 02: 27 WIB | editor : Wijayanto

Ketua Umum HIPMI Jatim dr Mufti Aimah Nurul Anam

Ketua Umum HIPMI Jatim dr Mufti Aimah Nurul Anam (Istimewa)

SURABAYA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur terus berupaya mengangkat produk-produk unggulan para pebisnis pemula asal Jatim. Delegasi pengusaha muda Jatim pun mengikuti misi promosi dagang ke Eropa.

Ketua Umum HIPMI Jatim dr Mufti Aimah Nurul Anam mengatakan, empat delegasi HIPMI Jatim mengikuti misi bisnis dan dagang ke Eropa. Misi yang diinisiasi Badan Pengurus Pusat HIPMI itu juga diikuti perwakilan pengusaha muda dari seluruh provinsi di Indonesia. Para delegasi pengusaha muda itu mempromosikan produk unggulan daerahnya, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, sampai kriya.

“Seperti sebelumnya, fokus kami adalah produk-produk pengusaha muda di Jatim yang mayoritas adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa semakin memperluas pasar, salah satunya ke Eropa,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/8).

Mufti menjelaskan, salah satu pertemuan yang digelar adalah dengan Duta Besar Indonesia untuk Prancis Hotmangaraja Panjaitan di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Duta besar didampingi sejumlah jajarannya, termasuk atase perdagangan Indonesia di Prancis.

Menurut Mufti, Prancis merupakan negara yang bidang industrinya sangat kuat, bahkan termasuk yang paling kompetitif di dunia. Prancis telah mencanangkan proram pembangunan industrinya dengan nama Industries du Futur, seperti halnya di Jerman dengan program Industrie 4.0 dan China dengan konsep China Manufacturing 2025.

“Dengan daya saing yang kuat itu, para pengusaha muda tentu harus belajar banyak. Dan tentu kami sangat gembira jika ada kerja sama antara stakeholder di Prancis dan HIPMI. Misalnya dengan workshop yang menghadirkan praktisi industri Prancis, atau membikin industry visit berkala di Prancis yang melibatkan anak-anak muda Indonesia,” jelasnya.

Selama ini, neraca perdagangan Indonesia dan Prancis masih defisit. Pada 2016, Ekspor Perancis ke Indonesia senilai 2,91 miliar euro, dan impor sebesar 1,03 miliar euro. Tapi tentu ini tidak bisa dikatakan Indonesia buruk karena mayoritas impor Indonesia dari Prancis adalah pesawat terbang dan komponennya yang memang belum bisa diproduksi dalam skala ekonomi di Indonesia.

“Dari misi promosi dagang ke Eropa inilah kita bisa menggali banyak potensi ekspor dan tren yang dibutuhkan pasar Eropa, termasuk Prancis. Informasi pasar ini langsung kami distribusikan ke teman-teman pengusaha muda di Jatim, sehingga kita bisa berkontribusi ke peningkatan ekspor,” imbuhnya. (cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia