Kamis, 16 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,57 Persen

Selasa, 07 Aug 2018 12:56 | editor : Wijayanto

TUMBUH: Perajin menyelesaikan produksi keripik tempe di sebuah industri rumahan di kawasan Jemursari, Surabaya. Saat ini ekonomi Jatim tercatat tumbuh.

TUMBUH: Perajin menyelesaikan produksi keripik tempe di sebuah industri rumahan di kawasan Jemursari, Surabaya. Saat ini ekonomi Jatim tercatat tumbuh. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan kedua 2018, bila dibandingkan dengan triwulan kedua 2017 (yoy) tumbuh sebesar 5,57 persen. Angka pertumbuhan tersebut dinilai lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,27 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur Teguh Pramono mengatakan, perekonomian Jatim pada triwulan kedua 2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 544,44 triliun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 388,54 triliun. 

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,56 persen, diikuti administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 8,36 persen.

“Sementara sari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 6,65 persen, diikuti pengeluaran konsumsi rumahtangga sebesar 5,71 persen dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 5,50 persen,” ujar Teguh Pramono di Surabaya, Senin (6/8).

Teguh menyebutkan semua komponen PDRB menurut pengeluaran mengalami akselerasi. Tingginya pertumbuhan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah dipengaruhi oleh peningkatan belanja pegawai yaitu pembayaran gaji pokok dan tunjangan ke-14, belanja barang dan belanja barang sosial baik APBN maupun APBD. 


Sedangkan pertumbuhan konsumsi rumahtangga dan LNPRT dipengaruhi konsumsi pada bulan ramadhan dan lebaran, pemilihan 19 kepala daerah secara serentak pada tanggal 27 Juni 2018.

Sementara dari sisi produksi, semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif kecuali lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan. Kondisi ini terutama didukung oleh meningkatnya pertumbuhan subkategori penyediaan akomodasi dan subkategori penyediaan makan minum akibat meningkatnya tingkat hunian kamar dan bertambahnya jumlah rumah makan. 

Pihaknya menambahkan, struktur perekonomian Jatim menurut lapangan usaha pada triwulan kedua 2018 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yakni lapangan usaha industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 29,09 persen. Dan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,47 persen serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 12,37 persen.

“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhannya, lapangan usaha industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,11 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,28 persen, konstruksi sebesar 0,57 serta Informasi dan komunikasi sebesar 0,41 persen,” jelasnya.

Sementara data pertumbuhan perekonomian provinsi di Jawa pada triwulan II-2018 yakni DKI Jakarta sebesar 5,93 persen, Jawa Barat 5,65 persen, Jawa Timur 5,57 persen, Jawa Tengah 5,54 persen, DI Yogyakarta 5,90 persen dan Provinsi Banten 5,59 persen. (cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia