Rabu, 19 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Galang Dana Gempa Rp 617 Juta

07 Agustus 2018, 09: 32: 27 WIB | editor : Wijayanto

PEDULI: Posko peduli korban gempa Lombokdi halaman Balai Kota

PEDULI: Posko peduli korban gempa Lombokdi halaman Balai Kota (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Gempa yang terjadi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) disikapi oleh Pemkot Surabaya. Salah satunya, Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas membuka posko peduli korban gempa Lombok. Posko untuk memfasilitasi penyaluram bantuan itu berlokasi di halaman Balai Kota Surabaya.

Kepala BPB dan Linmas Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pembukaan posko tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian Pemkot Surabaya kepada para korban gempa. Pendirian posko itu, merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara yang ada di Lombok NTB. "Kepedulian kita diharapkan bisa meringankan beban dan musibah warga terdampak gempa," katanya.

Dia mengungkapkan, posko yang berdiri sejak beberapa hari lalu sudah mengumpulkan sekitar Rp 617 juta bantuan. Terdiri dari sekolah ada sekitar Rp 407 juta, yang dari OPD dan masyarakat sekitar Rp 211 juta. "Respon masyarakat terhadap gempa yang terjadi di NTB sangat luar biasa," ujarnya.

Eddy menuturkan, bantuan tersebut fokus penyalurannya akan dibagi menjadi dua. Pertama, bantuan yang berasal dari sekolah SD-SMP di Surabaya, akan fokus disumbangkan untuk perbaikan bangunan atau gedung rusak. Sementara itu, bantuan yang berasal dari OPD dan masyarakat, akan disalurkan untuk keperluan korban yang ada disana.

Dia menjelaskan, dengan adanya gempa susulan yang kembali mengguncang pada Minggu, (06/08) kemarin, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan posko ini akan dibuka. Sebenarnya, dengan adanya bencana tanggal 29 Juli lalu, posko ditarget 10 hari. Namun, karena adanya bencana susulan, waktu penutupan posko belum ditentukan.

Sejak adanya gempa susulan yang berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR), pihaknya akan terus membuka posko penyaluran bantuan korban gempa. Usai melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Eddy mengungkapkan, ternyata banyak bangunan yang roboh dan rumah yang rata dengan tanah.

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia