Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pedagang di Pandugo Tolak Relokasi

Selasa, 07 Aug 2018 09:29 | editor : Wijayanto

ORASI: Para pedagang di Pandugo unjuk rasa di kantor DPRD Surabaya.

ORASI: Para pedagang di Pandugo unjuk rasa di kantor DPRD Surabaya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Ratusan pedagang di kawasan Pandugo, Kelurahan Penjaringan Sari, Kecamatan Rungkut unjuk rasa di depan kantor DPRD Surabaya, Senin (6/8). Mereka ingin meminta kepedulian terhadap nasib para pedagang yang diminta relokasi ke Pasar Penjaringan Baru.

Unjuk rasa dilakukan oleh pedagang dengan membawa spanduk bertuliskan tentangan terhadap pelarangan jualan di kawasan Pandugo. Para pedagang tua dan muda tumplek blek berorasi agar anggota DPRD Surabaya peduli dengan nasib mereka saat ini.

Salah satu koordinator pedagang Rahayu Supriani mengatakan, para pedagang Pandugo sebenarnya berdagang di gang milik warga. Malah, banyak pedagang yang menjual daganganya di halaman rumah sendiri maupun kontrakan. “Jadi kita tidak ganggu jalan malah kita cari uang untuk hidup,” ujarnya.

    Pedagang gerabah ini mengungkapkan, ada sebanyak 150 pedagang di Pandugo. Namun, Pasar Penjaringan Baru yang disediakan hanya berkapasitas sekitar 48 pedagang. Itu pun lapaknya dianggap sangat kecil. Pedagang juga enggan pindah karena sepi pembeli. “Kami hanya ingin berjualan di Pandugo,” kata pedagang yang sudah berjualan sejak 2008 ini.

    Ketua RT 03/RW 01 Yanto mengatakan, warga sekitar sangat didukung dengan adanya pedagang di kawasan Pandugo. Warga terbantu dengan uang retribusi setiap harinya yang diberikan pedagang. Hal itu membantu warga untuk meningkatkan infrastruktur desa. “Toh para pedagang juga banyak asli warga Pandugo,” jelasnya.

    Menurutnya, alasan penertiban oleh Pemkot Surabaya melalui Satpol PP karena pedagang menggangu pengguna jalan. Padahal, aktivitas pedagang sama sekali tidak menyebabkan kemacetan. “Kami ingin perhatian dari Pemkot dan DPRD Surabaya,” terangnya.

    Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mazlan Mansyur yang berkesempatan bertemu dengan pedagang mengatakan, untuk sementara para pedagang boleh berjualan lagi di kawasan Pandugo hingga ada solusi dan titik terang penjelasan dari Pemkot Surabaya. Dirinya, bersama dengan anggota Komisi B akan mengunjungi pedagang di Pandugo untuk melihat secara langsung aktivitas pedagang. “Kami ingin lihat situasi secara langsung agar mengetahui detail lokasi berdagang serta tempat relokasinya,” katanya.

    Menurutnya, nantinya Komisi B juga akan memanggil Dinas Perdagangan, Satpol PP dan instansi terkait untuk mengklarifikasi penertiban pedagang Pandugo. “Kami ingin win-win solution,” pungkasnya.(vga/no)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia