Rabu, 19 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Market Apartemen Kelas Middle Masih Bagus

06 Agustus 2018, 17: 28: 33 WIB | editor : Wijayanto

DIMINATI: Sonni Wibisono bersama Rika Kristina (tengah) menjelaskan progres apartemen Madison Avenue disela acara gathering dengan customer. Pembangunan tower satu diharapkan akan selesai akhir 2019.

DIMINATI: Sonni Wibisono bersama Rika Kristina (tengah) menjelaskan progres apartemen Madison Avenue disela acara gathering dengan customer. Pembangunan tower satu diharapkan akan selesai akhir 2019. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Meskipun kondisi pasar properti masih melambat, namun apartemen kelas middle masih cukup bagus. Permintaan dari end user maupun investor saat ini masih tinggi. Bukan hanya dari Surabaya saja namun juga dari luar kota dan luar pulau.

Direktur PT Kertabhakti Raharja Sonni Wibisono, selaku pengembang Madison Avenue  mengatakan pasar apartemen khususnya kelas middle dengan harga Rp 200 juta sampai Rp 300 jutaan masih cukup bagus. dimana demand-nya terus tumbuh setiap tahun. “Masih bagus. Bahkan pembelinya sekarang bukan hanya dari Surabaya saja tapi juga dari luar kota dan luar pulau juga banyak,” kata Sonni Wibisono, disela acara gathering dengan customer Sabtu (4/8) malam di Surabaya.

Dikatakan, Surabaya merupakan gerbang utama Indonesia Timur. Sehingga banyak konsumen dari luar kota dan luar pulau yang membeli apartemen di Surabaya. Selain mau dipakai sendiri juga banyak juga yang disewakan. “Potensi sewa juga cukup besar. Apalagi yang dekat kampus dan industri. Banyak mahasiswa dan professional yang suka tinggal di apartemen. Karena lebih privasi,” tambahnya.

Terkait progres pembangunan, Sonni mengatakan, hingga kemarin sudah masuk lantai 8. Diharapkan akhir tahun 2019 konstruksi bangunan tower 1 sudah selesai dan secepatnya bisa dilakukan serah terima ke konsumen.

General Manager Madison Avenue Rika Kristina menambahkan, pihaknya optimis Madison Avenue, akan sold out lebih cepat. Tower satu sebanyak 1.000 unit hingga kemarin sudah terjual 70 persen. Sekitar 50 persen merupakan end user dan sisanya investor.

Sementara tower 2 sebanyak 1.000 unit juga mulai dipasarkan. Namun untuk sementara hanya dipasarkan 10 lantai dulu sebanyak 260 unit. Harganya berkisar antara Rp 200 juta sampai Rp 300 jutaan. Ada empat tipe yang ditawarkan yakni studio, 1,2 dan 3 bedroom.

Selain dari Surabaya, pihaknya terus membidik market dari luar kota seperti Malang, Mojokerto, Jember, Banyuwangi, Kediri dan kota lainya. Bahkan dari luar pulau seperti Banjarmasin, Pontianak, Makasar dan NTB juga banyak. “Kami juga punya banyak loyal customer. Mereka biasanya membeli lebih dari satu unit. Bahkan ada beberapa yang beli satu lantai untuk investasi,” kata Rika Kristina. (fix/rud)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia