Kamis, 16 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Pebisnis Rental Mobil Bidik Korporasi

Senin, 06 Aug 2018 16:32 | editor : Aries Wahyudianto

Usaha rental mobil di Gresik masih menjanjikan karena banyaknya industri di Kota Pudak.

Usaha rental mobil di Gresik masih menjanjikan karena banyaknya industri di Kota Pudak. (DOK/RADAR GRESIK)

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, optimis penjualan semen pada semester II/2018 bakal terkerek. Hal itu didasarkan pada pengalaman pada periode yang sama 2017, penjualan naik karena belanja infrastruktur pemerintah dituntaskan di semester II.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk,. Agung Wiharto mengungkapkan, penjualan semen pada semester I/2018 memang turun. Sejak Januari-Juni 2018, penjualan domestik mencapai 11,82 juta ton. Pencapaian ini turun dibanding periode yang sama tahun 2017 yantg tercatat penjualannya sebesar 11,96 juta ton.

"Penurunan itu akibat musim libur Lebaran serta melemahnya konsumsi di Jawa Timur," jelas Agung Wiharto.

Kendati penjualan domestik turun, namun untuk ekspor naik 53,5 persen secara tahunan. Semester I/2018 penjualan ekspor tercatat mencapai 1,5 juta ton. "Angka ini naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 979.586 ton," kata dia.

Diungkapkan, pertumbuhan konsumsi semen di Jawa Timur pada semester I/2018 lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. Padahal, wilayah tersebut menjadi salah satu pasar besar bagi penjualan semen domestik perseroan.

Semen Indonesia mencatat penjualan industri semen secara nasional untuk wilayah Jawa Timur mencapai 4,10 juta ton pada semester I/2018. Jumlah itu tergerus dari periode yang sama tahun lalu 4,38 juta ton. “Pasar Jawa Timur tetap tumbuh tetapi tidak setinggi tahun lalu,” ujarnya.

Agung mengungkapkan, libur panjang dan lebaran menyumbang penurunan konsumsi semen. Di tengah kondisi tersebut, dia mengatakan penurunan harga menjadi pilihan terakhir bagi perseroan.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) konsumsi semen dalam negeri tumbuh 6 persen secara tahunan atau sebesar 5,33 juta ton. Pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan di Sumatra, Banten, dan Jawa Tengah yang masing-masing tumbuh sebesar 12,2 persen, 12,3 persen, dan 11,9 persen. Pulau Sumatra juga mencatatkan konsumsi semen paling besar, yaitu 1,15 juta ton.

Hampir seluruh wilayah mengalami peningkatan konsumsi, kecuali Yogyakarta dan Jawa Timur yang mencatatkan penurunan sebesar 1,3 persen dan 3,6 persen. Konsumsi domestik masih terpusat di Pulau Jawa dengan kontribusi 56,70 persen.

Secara kumulatif, konsumsi semen domestik sepanjang Januari—April 2018 sebesar 21,05 juta ton, naik 6,4 persen secara tahunan dari 19,78 juta ton. Sementara itu, pada periode yang sama ekspor semen dan clinker masih terus mengalami peningkatan sebesar 110,7 persen dari 615.005 ton menjadi 1,29 juta ton. Secara keseluruhan, konsumsi semen domestik dan ekspor tumbuh 9,6 persen secara tahunan pada Januari—April 2018 menjadi 22,35 juta ton.(fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia