Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Kampung Lawas Maspati Peroleh Penghargaan Internasional

Minggu, 05 Aug 2018 09:00 | editor : Abdul Rozack

Istri ketua RW 6 Kampung Maspati, Nurul Mahabatul Alya, menunjukkan sertifikat penghargaan dari Lembaga Friendship Force Internasional.

Istri ketua RW 6 Kampung Maspati, Nurul Mahabatul Alya, menunjukkan sertifikat penghargaan dari Lembaga Friendship Force Internasional. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Kampung Lawas Maspati belum lama ini memperoleh penghargaan dari Lembaga Friendship Force International. Kampung yang terletak di Kecamatan Bubutan  ini dinilai sebagai kampung yang ramah dan mampu mempertahankan budaya lokal.

GINANJAR ELYAS SAPUTRA/Wartawan Radar Surabaya

Diperolehnya penghargaan dari Lembaga Frienship Force Internasional, tentu membuat bangga warga  Kampung Maspati. Begitu juga dengan Ketua RW 6, Sabar Swastono.

Sabar Swastono mengaku bangga kampungnya mengingat warga kampungnya yang berupaya mempertahankan budaya lokal, mendapatkan apresiasi dari  lembaga internasional.  Apresiasi tersebut, diperoleh melalui survey secara langsung. 

Rombongan dari  Lembaga Friendship Force International awalnya merasa penasaran dengan informasi yang diperolehnya melalui internet, dan untuk memastikannya, survey pun dilakukan. “Mereka waktu itu bicara pada kami, kalau mengetahui informasi mengenai kampung maspati ini dari internet. Lalu mereka berkunjung ke kampung kami, alhasil dapatlah penghargaan tersebut,” tutur Sabar, Sabtu (4/8).

Rombongan dari Friendship Force International saat itu, sebgaian besar adalah bule yang penasaran dengan kearifan lokal kampung yang tetap terjaga dengan baik oleh warganya. Sabar menceritakan, saat kunjungan bule asal Amerika Serikat (AS) dan Turki yang hadir pada malam itu (30/7) juga diperenalkan dengan dolanan lawas,  diantaranya ada Dakon, Ular Tangga, Egrang, Teklek dan masih banyak lagi. “Jadi ke-12 tamu bule yang hadir tidak hanya kami kenalkan permainan tradisional saja, tetapi warga juga memperkenalkan makanan tredisional ke mereka,” terangnya.

Sabar, beserta warga Kampung Lawas Maspati memang tidak berhenti disitu saja untuk melestarikan budaya kearifan lokal meskipun telah meraih berbagai penghargaan dari dalam negeri mapun internasional. Dengan dibantu para pemuda Karangtaruna,   optimis kampungnya tetap akan jadi jujukan destinasi wisatawan asing.

“Saya yakin kami bisa kembangkan wisata Surabaya melalui Kampung Lawas Maspati. Karena kalau warga lokal pastinya bosan dengan pemandangan seperti ini (kampung), kalau untuk bule pastinya mereka tertarik,” tukasnya. (*nug)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia