Kamis, 16 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sweeping Suporter Bola, Kaca Kereta Api Retak, Minimarket Berantakan

Sabtu, 04 Aug 2018 21:05 | editor : Abdul Rozack

BERANTAKAN: Kondisi minimarket di dalam Stasiun Gubeng Lama usai aksi penganiaayan yang dilakukan sekelompok orang. Kaca kereta api Kerjaya pecah terk

BERANTAKAN: Kondisi minimarket di dalam Stasiun Gubeng Lama usai aksi penganiaayan yang dilakukan sekelompok orang. Kaca kereta api Kerjaya pecah terkena lemparan batu. (inset). (ISTIMEWA)

SURABAYA - Sekelompok orang tidak dikenal melakukan sweeping penumpang kereta api (KA) yang dicurigai sebagai sporter Persija, Jakmania di Stasiun Gubeng Lama, Sabtu (8/4) dini hari. Akibatnya satu minimarket di dalam stasiun itu berantakan lantaran menjadi tempat penganiayaan.

Beberapa jenis barang dagangan berserakan di lantai hingga sebagian barang rusak dan tidak laku dijual. Lantai minimarket yang biasa bersih, nampak kotor dan becek selepas kejadian penyerangan yang terjadi sekitar pukul 01.00 itu.

Dari informasi yang dihimpun, sekelompok orang merangsek masuk Stasiun Gubeng Lama. Mereka mengejar dua orang yang awalnya tidur di dalam stasiun tersebut.

Salah satu pemuda yang dikejar berlari menyelamatkan diri masuk ke minimarket. Akibatnya, si pemuda dikeroyok sekelompok orang di dalam minimarket tersebut. Keruan saja, sejumlah barang dagangan berantakan hingga rusak. 

Sementara satu pemuda yang satunya berhasil melarikan diri dari kejaran gerombolan orang tersebut. Aksi mereda setelah polisi datang ke stasiun tersebut.

Kapolsek Tambaksari Kompol Prayitno membenarkan peristiwa tersebut. "Tiga pria (kelompok yang melakukan pengejaran, Red) sempat kami amankan," ujar Prayitno, Sabtu (8/4)

Prayitno melanjutkan, pemicu aksi penyerangan tersebut terkait masalah suporter klub sepak bola. "Jadi sekelompok orang yang tidak dikenal itu melakukan sweeping terhadap penumpang jurusan Jakarta. Penumpang yang awalnya tiduran berlari menyelamatkan diri yang salah satunya yang masuk ke minimarket tersebut," terangnya.

Polisi telah mengamankan sekelompok orang yang terlibat aksi sweeping tersebut. "Sudah kami beri peringatan di lokasi, tidak sampai ditahan. Karena sudah menyadari kesalahannya," imbuh Prayitno.

Pada waktu hampir bersamaan, terjadi aksi pelemparan batu terhadap KA Kertajaya terowongan Pusat Grosir Surabaya di dekat Stasiun Pasar Turi. Meski tidak menyebabkan korban jiwa, namun aksi pelemparan tersebut membuat salah satu kaca di gerbong kereta itu pecah.

Sejumlah anggota polisi juga telah mendatangi lokasi pelemparan tersebut. "Kami datang ke titik pelemparan di terowongan PGS. Entah siapa yang mereka incar masih diselidiki," terang Kapolsek Bubutan AKP Harianto.

Korban pelemparan batu juga menimpa Kereta Api Bangun Karta jurusan Gambir–Gubeng, sekitar pukul 03.40. Pelemparan terjadi saat perjalanan antara Stasiun Wonokromo-Gubeng. Akibatnya, pintu gerbong lima pecah dan pecahan batu sempat nyangkut.

”Sebelum pelemparan, saya sudah diperingatkan oleh Polsuska, agar tak membuka korden karena ada sweeping sporter dan pelemparan batu,” ujar Poeji Raharjo, penumpang KA.

Saat penumpang mau turun di Stasiun Gubeng, sempat dicegah oleh Polsuska karena ada belasan orang yang melakukan sweeping. “Setelah polisi bermotor datang, mereka dibubarkan, baru pintu stasiun dibuka dan penumpang boleh turun,” ujarnya.(son/no)

(sb/son/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia