Senin, 24 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Tim Pemantau Hewan Kurban untuk Mengantisipasi Penyebaran Penyakit

Sabtu, 04 Aug 2018 10:00 | editor : Abdul Rozack

PERIKSA TERNAK: Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya memeriksa kondisi kesehatan ternak Kurban yang dijual di Jalan Ir So

PERIKSA TERNAK: Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya memeriksa kondisi kesehatan ternak Kurban yang dijual di Jalan Ir Soekarno, menjelang perayaan Idul Adha tahun kemarin. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya sudah menyiapkan tim untuk memantau penjualan hewan kurban. Tim dokter hewan dari sejumlah universitas, termasuk dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) disiapkan untuk monitoring hewan kurban yang dijual ke masyarakat.

Kepala DKPP Surabaya Joestamasji mengatakan, dari catatan pedagang hewan kurban tahun lalu jumlah pedagang hewan kurban sebanyak 38 pedagang. Pedagang tersebut menyebar di sejumlah kawasan di Surabaya. "Pedagang hewan kurban yang kecil-kecil tidak masuk data," ujarnya.

Menurutnya, tim dari PDHI akan berkeliling untuk memeriksa hewan kurban yang dijual. Deteksi penyakit sejak awal akan meminimalisir penyebaran penyakit dari hewan. "Jika ada temuan hewan sakit pasti akan kita tolak untuk dijual," ucapnya.

Dia mengungkapkan, jumlah sapi kurban saat Idul Adha diperkirakan sekitar 2 ribu ekor, sedangkan kambing 4 ribu ekor. Dengan banyaknya hewan kurban yang dijual maka pengawasan akan semakin ketat dilakukan. "Masyarakat jangan sembarangan membeli hewan kurban murah," terangnya.

Dia menambahkan, DKPP dan PDHI juga akan memberikan sosialisasi cara penyembelihan hewan kurban yang tepat kepada 350 takmir masjid dan musala di Surabaya. Harapannya, dengan sosialisasi itu takmir juga bisa memberikan arahan kepada kegiatan penyembelihan kurban di masing-masing tempatnya. "Biar tahu caranya yang higienis agar layak dikonsumsi," jelasnya.

Selama ini, dari data DKPP ada 300 lokasi penyembelihan hewan kurban yang dilakukan oleh masyarakat. Sehingga, dengan sosialisasi itu maka proses penyembelihan dan tempatnya bisa semakin tepat.(vga/no)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia