Rabu, 19 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Aktivis Lingkungan Amerika Bebas Sampah

Prihatin dan Peduli, Ajak Pelajar Perang Sampah Plastik

03 Agustus 2018, 09: 51: 38 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Empat aktifis lingkungan dari Amerika saat memberikan materi tentang bahaya sampah plastik.

Empat aktifis lingkungan dari Amerika saat memberikan materi tentang bahaya sampah plastik. (YUDHI/RADAR GRESIK)

Banyak orang tidak tahu bahaya pembuangan sampai sembarangan. Ironisnya, jumlah sampah baik di darah, sungai maupun laut lepas kian banyak. Bahkan, Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar di dunia setelah Cina.

Kondisi tersebut mengundang perhatian banyak aktivis lingkungan internasional. Tak terkecuali empat aktivis lingkungan dari kewarganegaraan San Frasnsisco Amerika yang datang ke Indonesia khusunya di Gresik untuk mengkampanyekan sungai dari bebas sampah plastik. Mereka adalah, Stiv Wilson, Megan Ponder, Deia Schlosberg dan Melissa Lesh.  

Empat Bule itu mengkampanyekan bebas sampah plastik di SMA Negeri Driyorejo. Sasarnya mengajak para pemuda untuk perang terhadap samah palstik. "Kami terkesan dengan pelajar di Gresik untuk ikut melakukan perang terhadap sampah palstik, progam brantas bisa disebarkan untuk diikuti anak mulain di Indonesia," ungkap Stiv Wilson.

Selain mengajak memeringai sampah plastik juga meminta untuk kesediaannya membuang sampah tidak disembarang tempat.  Ia juga mengajak, mengurangi pemakaian sedotan, tas kresek, pembalut sekali pakai dan sesutu bahan yang dibuat dari plastik.

Selain itu juga, dia mengemukakan hasil riset tentang persepsi remaja terhadap plastik. Temuannya, setiap hari remaja tidak bisa lepas dari plastik, rata-rata banyak remaja tidak tahu kalau plastik berasal dari minyak bumi, sehingga makin banyak plastik semakin banyak pula bumi yang ditambang.

"Kami prihatin dengan kondisi sungai di Indonesia yang dipenuhi plastik, bahkan sebagai penyumbang sampah plastik ke laut kedua terbesar setelah Cina. Karena itu kamanye ini menjadi bagian dari solusi global pengurangan sampah plastik," pungkasnya. (*/han)

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia