Kamis, 16 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

BPJS : RSUD Ibnu Sina Telat Ajukan Klaim

Kamis, 02 Aug 2018 12:49 | editor : Aries Wahyudianto

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, dr Galih Anungsari (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, dr Galih Anungsari (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR GRESIK)

KEBOMAS – Tudingan belum bayar klaim yang dilontarkan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Endang Puspitowati ditanggapi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Mereka memastikan hingga akhir Juli tidak ada pengajuan klaim dari RSUD Ibnu Sina untuk biaya pelayanan April-Juni.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik dr Galih Anjungsari menjelaskan, hingga 31 Juli pihaknya belum menerima pengajuan dokumen klaim dari RSUD Ibnu Sina untuk pelayanan April hingga Juni. “Terkait pernyataan Dirut Ibnu Sina bahwa kami menunggak biaya klaim itu tidak benar. Sebab sampai Juli kami belum menerima pengajuan dokumen,” tegasnya.

Menurut dia, pengajuan klaim biaya BPJS baru dilakukan RSUD Ibnu Sina, kemarin. Itupun, lanjut dia, hanya untuk biaya pelayanan selama April. Sedangkan untuk Mei hingga Juni sampai sekarang belum ada pengajuan.  “Sesuai dengan PP 111/2013 tentang Jaminan Kesehatan disebutkan jika  BPJS wajib membayar fasilitas kesehatan yang diberikan kepada peserta oleh rumah sakit paling lama 15 hari setelah dokumen klaim diterima lengkap,” terangnya.

Jika tidak dilakukan, lanjut dia, sesuai pasal 38 ayat 2 PP 111/2013 maka BPJS akan mendapatkan denda 1 persen dari jumlah yang harus dibayarkan setiap bulan. “Jadi tidak mungkin kami melakukan tunggakan hingga 3 bulan seperti yang disampaikan Dirut RSUD Ibnu Sina,” ungkap dia.

Ditambahkan, untuk berkas pengajuan klaim April yang telah diserahkan kemarin, pihaknya memastikan akan diproses dan dicairkan sebelum 15 hari. “Ini sudah kami lakukan proses. Karena kami ada batas maksimal waktu proses,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) RSUD Ibnu Sina dr Endang Puspitowati menyebut jika saat ini klaim dari BPJS Kesehatan lumayan seret. Sehingga, agar tetap bisa melayani masyarakat mereka butuh pendapatan dari sektor lain. “Ya salah satunya parkir ini. Karena klaim BPJS Kesehatan sudah nunggak cukup lama,” ungkap dia.

Dikatakan, saat ini cash flow rumah sakit hanya sekitar Rp 15 miliar. Padahal, hutang rumah sakit untuk keperluan operasional lumayan besar. “Dari BPJS baru cair untuk Januari hingga Maret, sedangkan untuk April hingga Juni belum,” terangnya. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia