Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Produksi Tembakau Gresik Terus Digenjot

Kamis, 02 Aug 2018 12:45 | editor : Aries Wahyudianto

Kadispertan Agus Walujo (kiri) saat berbicara dalam kegiatan bersama BPS Gresik.

Kadispertan Agus Walujo (kiri) saat berbicara dalam kegiatan bersama BPS Gresik. (YUDHI/RADAR GRESIK)

Produktifitas tanaman tembakau di Kabupaten Gresik terus digenjot. Dinas Pertanian Kabupaten Gresik meyakini pasar tembakau masih menjanjikan, meski industri rokok Tanah Air sedang lesu.

Kepala Dinas Pertanian Gresik, Agus Djoko Walujo menyebutkan, luas lahan untuk tanaman tembakau di Gresik saat ini mencapai 100 hektar. Pihaknya akan  menambah luas lahan 10 hektar lagi di Balongpanggang dan Benjeng.

Penambahan lahan dilakukan karena tembakau merupakan komiditi yang cukup prospek untuk meningkatkan taraf hidup petani. “Tembakau tanaman yang tidak memerlukan air. Selain itu satu tahun bisa panen hingga 8 kali. Makanya di Gresik terus kami dorong agar petani mau menanam tembakau,” ujar Agus Walujo dalam seminar BPS kemarin.

Dikatakan, hingga pertengahan 2018 banyak industri rokok memandang Gresik menjadi daerah penghasil tembakau. Rata-rata untuk satu hektar lahan bisa panen hingga 2 ton tembakau. "Petani tidak kerepotan dalam hal memasarkan karena sudah ada yang mengambil dari industri yang ada di Lamongan dan Pasuruan,” jelasnya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (Apti), Soeseno mendorong petani tembakau di Gresik bisa menjalim kemitraan dengan berbagai pihak. Baik dengan pemasok maupun dengan pabrikan produk tembakau.  “Ini untuk memotong rantai penjualan daun tembakau yang cukup panjang dengan menjamin penyerapan produksi dan kepastian harga sesuai kualitas,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini Gresik mulai dilirik beberapa produsen rokok skala kecil dan menengah. Dia berharap petani mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas tembakau. “Mitra petani juga harus mendorong melalui bimbingan dan fasilitas,”katanya.

Soeseno juga berharap agar Pemerintah transparan dalam pelaporan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sampai dengan tingkat petani dan alokasinya. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia