Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Industri Mebel Dapat Limpahan Order

Kamis, 02 Aug 2018 12:43 | editor : Aries Wahyudianto

Tahun ini industri mebel di Gresik mendapat tambahan order ekspor.

Tahun ini industri mebel di Gresik mendapat tambahan order ekspor. (DOK/RADAR GRESIK)

Sejumlah industri furniture di Gresik mendapat limpahan order untuk ekspor ke Amerika Serikat. Itu terjadi setelah AS memberlakukan kebijakan pengetatan impor barang asal Cina.

Human Resources Development PT Putera Rackindo Sejahtera, Fitri Rostyatuti menuturkan, saat ini pihaknya banyak menerima order pembuatan rak TV dan lemari dari perusahaan asal Cina. Order diterima setelah perusahaan Cina tidak mampu membayar pajak impor untuk ke pasar Amerika.

“Rata-rata perusahaan asal Cina sudah punya buyer di AS, namun tidak kuat untuk mengirim. Sebab, pengirimannya mahalnya akibat kenaikan pajak impor. Akhirnya order dialihkan ke kita,” ujarnya.

Dijelaskan, saat ini pasar terbesar industrinya memang ke Eropa dan Amerika. Dalam satu bulan biasanya bisa mengirim produk kusen, pintu, wallpaper dinding dari kayu hingga 50 kontainer. 

“Adanya perang dagang antara Cina dan AS sebenarnya malah menguntungkan pengusaha lokal. Cina tidak bisa masuk, justru kita yang bisa tampil mengisi pasar,” tuturnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan Indonesia (ISWA) Jatim, Khoiril Muchtar mengatakan, saat ini pengusaha funiture dan kayu olahan sedang mendapatkan limpahan order beberapa industri dari Cina. Alasannya, untuk pasar Amerika Serikat, industri Cina terkena kebijakan pengetatan impor.

“Namun ada beberapa industri yang tidak bisa menikmati momen ini. Sebab, saat ini mereka sedang berjuang untuk mencari sumber daya manusia (SDM) terampil dibidang perkayuan. Ditambah, pasokan bahan baku yang terus dibatasi oleh pemerintah,” ujarnya.

Dikatakan, mahalnya harga kayu hingga rumitnya regulasi tidak jarang membuat pengusaha mengalihkan ordernya ke perusahaan lain. Oleh sebab itu, ISWA Jatim mendesak pemerintah untuk tidak mempersulit impor bahan baku industri mebel dan furniture.

“Tujuannya, supaya industri ini bisa terus tumbuh untuk memenuhi kebutuhan domestik, serta meningkatkan nilai ekspornya ke negara-negara lain,” katanya. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia