Rabu, 19 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sabuk Kesayangan Raib, Tetangga Dibacok

02 Agustus 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

EMOSI: Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih (tengah) menunjukkan tersangka Husen dan gancu es yang digunakan membacok korban.

EMOSI: Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih (tengah) menunjukkan tersangka Husen dan gancu es yang digunakan membacok korban. (YUAN ABADI / RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Seharian Husen, 59, tampak gelisah. Sebab sabuk kesayangannya tak kunjung ia temukan. Di tengah kebingungan, pria yang  tinggal di Jalan Gembong IV, Surabaya ini melihat sabuk yang sama dipakai oleh Rahmat,45, tetangganya. Saat itu juga, ia menuduh Rahmat mencuri barang kesayangannya itu. Tak hanya menuduh, Husen juga membacok Rahmat.   

Kasus pembacokan yang dilakukan Husen tersebut terjadi Rabu (25/1). Berawal saat Husen kehilangan sabuk, kemudian dia melihat jika sabuk yang mirip miliknya dipakai oleh Rahmat. Karena itu, ia menuduh jika Rahmatlah yang mencurinya. 

“Namun karena memang itu ikat pingangg milik korban sendiri, sehingga korban membantah tuduhan itu,” ungkap Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih, Rabu (1/7).   

Kerena Rahmat terus mengelak membuat Husen naik pitam. Dia pulang dan mengambil sebuah gancu es milik tersangka.  Rahmat yang saat itu tak siap tak bisa berbuat banyak selain mencoba kabur. Namun Husen terus membabi buta dan membacok korban. 

"Akibatnya, korban mengalami luka robek di punggung dan lengannya akibat sabetan gancu es milik pelaku," sebut Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih, Rabu (1/8). 

Aksi pelaku kemudian dilerai oleh warga sekitar. Sedangkan Rahmat dilarikan ke rumah sakit. Meski nyawanya selamat, namun Rahmat tak terima dengan perbuatan tersangka, hingga melaporkan kasus ini. 

"Dari laporan itu, akhirnya kami menangkap pelaku bersama barang bukti gancu yang digunakan untuk membacok korban,"terangnya.  

Saat diperiksa, Husen mengaku jika dirinya  jengkel dengan korban. Sebab saat menegur korban dirinya malah ditantang. Hal itulah yang membuat ia tersingung, apalagi ia sempat kesal lantaran ikat pinggganya hilang.  

"Saya emosi saat dia menantang saya. Padahal saya hanya menanyakan apa sabuk yang ia pakai adalah  milik saya," terangnya.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia