Kamis, 16 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Enam Tahun Menikah, Cinta Tetap Berat Sebelah

Rabu, 01 Aug 2018 16:54 | editor : Wijayanto

Enam Tahun Menikah, Cinta Tetap Berat Sebelah

Meski sudah enam tahun menikah, perasaan pasangan Donwori, 35, dan Karin, 34, tetap sama. Donwori tetap cinta setengah mati, sementara Karin hanya cinta setengah hati.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Donwori tetap ingin mempertahankan hubungannya dengan Karin. Untuk itulah, ia berani bayar mahal seorang pengacara untuk melawan gugatan cerai yang diajukan istrinya. Donwori mengaku, cintanya pada Karin sudah final. Ia tidak bisa mencintai perempuan lain selain istrinya itu. Sayangnya, cinta Karin kepada Donwori hanya setengah-setengah.

Awalnya, warga Mulyosari ini mengaku terkejut dengan gugatan cerai yang diajukan Karin. Begitu tiba-tiba. Ibarat kata, nggak ono gluduk moro-moro udan deres.

Pasalnya, selama menikah, Donwori tidak pernah terlibat pertengkaran hebat dengan Karin. Ia juga tidak pernah membatasi aktifitas dan pergaulan Karin di luar murah. Malah, ia selalu memanjakan istrinya ini. Mau kongkow sama geng sosialitanya di hotel berbintang, Donwori iya aja. Karin mau belanja-belanja ke mal-mal di seantero Surabaya, ya silahkan saja. Mau plesir ke luar negeri pun, Donwori tak pernah keberatan.  Donwori itu masuk kategori orang kaya. Uang bukan jadi soal, asal Karin tetap setia menjadi istrinya. “Dia maksa aku menandatangani surat gugatannya, tapi aku tolak. Pokoknya aku emoh pisah. Apalagi alasannya gak jelas gini,” kata Donwori saat ditemui Radar Surabaya di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, belum lama ini.  

Setelah mengeluh sana-sini, Donwori akhirnya membuka cerita tentang awal mula pernikahannya. Memang, sejak awal Karin tidak menunjukkan keinginannya untuk menjadi istri Donwori. Ada saja alasannya untuk mengulur pernikahan.

Bermula pada saat Donwori berusia 24 tahun, dan Karin 23 tahun. Saat itu Donwori sudah mantab mempersunting Karin. Namun, keinginannya diulur oleh Karin karena alasan ingin membahagiakan orang tua terlebih dahulu. Donwori yang saat itu siap melamar akhirnya menunggu satu tahun kemudian.

Lalu, saat Karin usia 24 tahun, Donwori mengutarakan keinginannya lagi. Namun lagi-lagi ia dibuat dongkol oleh Karin lantaran tanpa sepengetahuannya, ia menandatangani kontrak tidak menikah di perusahaannya.

“ Nangis aku waktu itu. Wong aku sudah nyicil rumah buat dia, aku kerja siang malam juga buat dia yakin. Eh, tanpa kabar-kabar dia tanda tangan kontrak di kantor,” curhat Donwori dengan nelangsa.

Setelah tiga tahun penantian itu, akhirnya resmilah keduanya menikah. Tepat saat Karin berusia 27 tahun, dan Donwori 28 tahun. Saat itu, Donwori bahagia sekali sampai mengabaikan perasaan istrinya. Bagaimana  tidak bahagia. Perempuan yang ia pacari selama delapan tahun, akhirnya bisa dinikahinya juga. Namun, sepertinya perasaan berbeda dirasakan  Karin. “ Enggak tahu, enggak kentara. Dia kalau pas mesra, ya sayang-sayangan. Tapi ya memang sering ngamuk juga,” katanya, melanjutkan. 

Hingga tanpa angin apalagi badai. Karin memaksa Donwori untuk menceraikan dirinya. Menurut Donwori, alasannya sangat klise. Hanya karena Karin belum siap menjadi istri orang. Karin juga mengaku ingin fokus pada orang tua yang sudah sepuh dan membahagiakan keduanya. Tentu saja usulan itu ia tolak. Eh pantang menyerah, Karin malah menggugatnya dengan alasan sudah tak ada kecocokan. Padahal jelas, Donwori mah cocok-cocok saja sama Karin.

Karena tetap kekeuh berpisah, Donwori jadi berburuk sangka. Ia punya insting jika Karin terlibat hubungan gelap dengan beberapa laki-laki. Kecurigaannya ini beralasan. Karena selama pacaran pun, Karin tetap nyeleweng dengan banyak laki-laki. Meski begitu, Donwori juga tetap memaafkan kesalahan yang berkali-kali Karin buat. Alasannya saat itu tetap saja karena cinta. Donwori cinta mati, sementara Karin tidak.  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia