Minggu, 19 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Khofifah Minta Bacaleg Perempuan Sering Turba

Selasa, 31 Jul 2018 13:52 | editor : Wijayanto

BERI  MOTIVASI: Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa saat berdialog dengan calon legislatif perempuan, Senin (30/7).

BERI MOTIVASI: Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa saat berdialog dengan calon legislatif perempuan, Senin (30/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar parawansa mendapat kunjungan dari para bakal calon legislative perempuan di kediamannya, Jalan Jemursari VIII. Mereka meminta arahan dari ketua PP Muslimat NU tersebut.

Mendapat kunjungan dari bacaleg perempuan, Khofifah memberikan saran untuk sering turun ke konstituen. “Saya selalu sampaikan, kalau Gus Dur (presiden ke 3 RI Abdulrahman Wahid,Red) mengatakan be yourself, I am do the best. Jadi diri kita, kalau menjadikan diri kita orang lain, nanti jadinya kita sibuk mencari indetifikasi apa yang membuat sama,” ujar Khofifah seusai memberikan arahan, Senin (30/7).

Menjadi diri sendiri ini penting, karena setiap daerah pemilihan memiliki karakteristik tersendiri. Maka dari itu, Khofifah mengajak para bacaleg perempuan ini untuk membuat tim yang bisa membuat analisis. Dan itu tidak bisa dilakukan oleh bacaleg itu sendiri.

“Kalau kita sendiri yang bikin, kadang tidak bisa melihat apa yang kurang dari diri kita. Serta tidak bisa melihat peluang kita di masa depan,” jelasnya.

Selain itu, gubernur terpilih periode 2019-2024 tersebut mengajak kepada seluruh bacaleg perempuan untuk lebih sering turun mencari jaringan seluas mungkin. Dengan begitu, kosntituennya semakin mengenal.

Namun yang perlu diingat ketika turun ke lapangan ini, menurut Khofifah, menyediakan waktu yang panjang. “Jangan sak nyuk, sak nyuk. Kalau datangnya sak nyuk, itu belum mengenal kita, gak sempat mengenal program kita, gak sempat kenali bagaimana proses pemilih mengidentifikasi,” beber alumni Unair tersebut.

Itulah mengapa, Khofifah menyarankan kepada bacaleg perempuan untuk lebih bekerja keras lagi. Setidaknya ketika berkampanye dapat terjun di  9-11 titik dengan waktu di masing-masing wilayah lumayan panjang. “Kecuali kalau mereka anak tokoh besar, anak kiai besar, anak penguasa disitu. Tapi kalau bukan, kan harus memiliki jejaring sendiri,” tegasnya.

Khofifah pun percaya, dengan hadirnya perempuan akan menghadirkan suasana lembut dan santun. Seperti di Negara-negara Skandinavia. Di sana sangat berbeda karena mampu menghadirkan low politic. “Ketrewakilan perempuan di lembaga politik itu penting,” tandasnya. (bae/rud)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia