Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Sportainment

Down Hill dan BMX jadi Andalan Balap Sepeda

Selasa, 31 Jul 2018 12:22 | editor : Abdul Rozack

Crismonita Dwi Putri, Atlet Balap Sepeda Andalan

Crismonita Dwi Putri, Atlet Balap Sepeda Andalan (net)

JAKARTA - Tim nasional balap sepeda Indonesia akan mengandalkan para pembalap BMX dan downhill untuk merebut emas Asian Games 2018.

Pelatih tim nasional BMX Priyo Susanto mengatakan, faktor keberuntungan memegang peranan penting dalam perlombaan. “BMX itu faktor lucky dan unlucky-nya besar. Jadi, semua harus pintar mengupayakan kesempatan. Semua punya peluang,” kata Priyo.

Dia mengakui persaingan bakal sangat ketat di Asian Games nanti.  Pembalap naturalisasi Filipina Daniel Caluag yang berhasil memenangi medali emas di Asian BMX Cycling Championships di Singapura pada 2013 patut diwaspadai.

Daniel juga merupakan juara Asian Games terakhir di Incheon. Namun, pada SEA Games 2017 silam, dia kalah dari Bagus Saputra. Bagus meraih emas, sedangkan Daniel di peringkat kedua.

“Kami masih bisa mengatasi kalau Jepang. Yang menjadi pertanyaan adalah pemain naturalisasi itu. Kami belum bisa meraba kemampuannya sampai di mana,” ungkap pelatih asal Malang itu. Sementara itu, downhill juga menjadi salah satu kuda hitam bagi kontingen balap sepeda Indonesia. Dalam dua bulan terakhir mereka sudah menjalani latihan di Khe Bun Hill, Subang, venue disiplin balap MTB nantinya. 

Popo Ario Sejati, salah satu rider downhill putra Indonesia mengaku tertantang untuk mewujudkan target besar tim balap sepeda. “Secara umum, kami sudah cukup paham jalurnya. Namun, kami berharap pas lomba tidak turun hujan,” sebut Popo. Pembalap asal Malang, itu menambahkan, kondisi jalur cukup licin.

Dalam latihan sejauh ini, Popo mencetak waktu tercepat pada saat seleknas terakhir awal Juli lalu. “Best time saya di track Khe Bun Hill bisa dua menit 15 detik,” ujar Popo. (feb/nap/han/jpnn)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia