Kamis, 13 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Makam Dibongkar, Tali Pocong Dicuri

29 Juli 2018, 21: 04: 48 WIB | editor : Lambertus Hurek

Warga menyaksikan pembongkaran makam di Medalem Tulangan.

Warga menyaksikan pembongkaran makam di Medalem Tulangan. (IST)

Ada-ada saja ulah pencuri. Tidak hanya barang orang yang masih hidup, perlengkapan jenazah pun jadi sasaran. Ini yang terjadi di Desa Medalem, Kecamatan Tulangan. Makam salah satu warga di desa tersebut diduga sengaja dibongkar dan diambil kain kafannya.
Kasus pencurian yang nyeleneh itu diketahui setelah istri almarhum bersama warga setempat membongkar makam. Benar saja, kain kafan jenazah hilang.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian pencurian yang  jarang terjadi ini bermula ketika salah satu warga,  Suryat, warga Desa Medalem, Kecamatan Tulangan, hendak pulang ke rumah, Sabtu (28/7). Ia pulang berjalan kaki usai bertani.
Saat itu, Suryat melintas di pemakaman umum desa setempat. Tiba-tiba kakinya tersandung sesuatu. Ia melihat kondisi makam dalam kondisi terbongkar.
Makam tersebut adalah makam almarhum Djanji yang meninggal 10 hari lalu. Meninggalnya pada Jumat Legi. Dalam tradisi, karena meninggalnya Jumat Legi, maka makam harus dijaga hingga 40 harinya. Ini untuk  menghindari pencurian kain kafan jenazah.
"Sebelumnya selalu dijaga. Kebetulan Jumat (27/7) saat itu yang bagian jaga sakit sehingga tidak ada yang menjaga. Sabtunya ditemukan dibongkar," kata istri almarhum Djanji, Buarah, kemarin.
Kejadian tersebut mendapat perhatian warga. Apalagi,  pihak keluarga meminta untuk memeriksa kondisi  jenazah. Setelah diketahui tiga tali pocong almarhum  hilang maka langsung dilaporkan ke perangkat desa  setempat. Tidak hanya itu. Warga dan keluarga  almarhum Suryat menemukan batok kelapa dan jejak kaki di lokasi. Batok kelapa tersebut diduga digunakan pelaku untuk menggali makam.
Kanitreskrim Polsek Tulangan Iptu Sudarso mengatakan,  dirinya sudah mendengar dan mendapat kabar tersebut.  Namun, hanya berupa aduan dari pihak keluarga. "Saya juga sempat melihat prosesi pembongkaran dan berkunjung ke rumah duka. Pihak keluarga sudah  mengikhlaskan kejadian tersebut," tuturnya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia