Kamis, 13 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Pemkab Hanya Bisa Perbaiki 42 Sekolah

27 Juli 2018, 14: 52: 00 WIB | editor : Lambertus Hurek

Salah satu ruangan di SDN Wage 2 yang rusak akibat angin ribut.

Salah satu ruangan di SDN Wage 2 yang rusak akibat angin ribut. (DOK)

Pembenahan sekolah-sekolah rusak di Kabupaten Sidoarjo belum maksimal. Dari total sekolah rusak yang mencapai 1.617, tahun ini pembenahan hanya menyasar di 42 sekolah. Sisanya masih menunggu anggaran untuk renovasi.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbub) Rudi Pujiantoro mengatakan, jumlah SD rusak memang mencapai 1.671. Rinciannya SD rusak berat berjumlah 546, dan rusak ringan sebanyak 1.071 sekolah. 

Banyaknya sekolah rusak ini membuat pihaknya tidak memperbaiki secara keseluruhan. Sebab, kebutuhan dana untuk perbaikan sekolah sangat besar. Sehingga pihaknya bisa membangun secara bertahap.

Sebagai solusinya, Dikbud Sidoarjo memprioritaskan sekolah yang benar-benar membutuhkan perbaikan. Misalnya, sekolah rusak berat yang menganggu proses belajar mengajar. Dari data yang dihimpun, ada 42 SD yang kerusakannya masuk kategori sangat berat. "Sekolah itu yang kami tangani dulu, lainnya ditangani secara bertahap," katanya. 

Sementara itu, Sekretaris Dikbud Sidoarjo Tirto Adi mengakui bahwa pembangunan sekolah dilakukan bertahap. Menurut dia, yang terpenting adalah sekolah tetap jalan. Memang yang diprioritaskan adalah sekolah yang masuk kategori rusak berat. 

Tahun depan, pembangunan berlanjut. Pemkab akan membangun SD dan SMP yang rusak. "Target kami tidak ada lagi sekolah rusak," pungkasnya. 

Pendapat berbeda disampaikan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso. Menurut dia, dalam pembahasan APBD 2018, kebutuhan anggaran sekolah rusak sudah dicukupi. Total anggaran mencapai Rp 61 miliar. Dana itu digunakan untuk membangun 30 ruang kelas baru, 25 perpustakaan, serta 345 rehab sekolah sedang dan berat. 

Menurut Bangun, rencana pembangunan sekolah bertahap tidak sesuai dengan kesepakatan di awal tahun. Dalam pembahasan APBD 2018, eksekutif berjanji menuntaskan pembangunan SD rusak tahun ini. "Pendidikan sangat penting sehingga sekolah rusak harus segera diperbaiki," ucapnya. (nis/rek)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia