Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Delapan Tahun Lagi, PDAM Capai 60 Persen

27 Juli 2018, 14: 49: 00 WIB | editor : Lambertus Hurek

Warga Jabon membeli air bersih dari Pasuruan.

Warga Jabon membeli air bersih dari Pasuruan. (DOK)

Pemasangan sambungan PDAM Delta Tirta berjalan lambat. Saat ini jumlah daftar tunggu pelanggan sudah mencapai angka 5.000 orang. Sedangkan tahun ini hanya 2.500 pelanggan saja yang mampu dipenuhi.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PDAM Delta Tirta Abdul Basit Lao mengaku bahwa pengajuan pemasangan sambungan tahun ini bertambah. Semakin banyak masyarakat yang berminat untuk menggunakan air bersih.

Basit menyebutkan, tingginya permintaan tersebut karena perumahan di Sidoarjo terus bermunculan. Dengan begitu, daftar tunggu terus menumpuk. Selain itu, dalam dua tahun terakhir, PDAM juga belum melayani pemasangan sambungan air. “Terutama pengajuan pemasangan sambungan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” katanya, Kamis (26/7).

Penyebabnya PDAM masih trauma atas kasus hukum yang membelit mantan Dirut PDAM Delta Tirta Sugeng Mujiadi. Sugeng tersangkut kasus pipanisasi senilai Rp 8,9 miliar. 

Tahun ini, daftar tunggu pemasangan itu bakal dikebut. PDAM menargetkan pemasangan 2.500 sambungan. Rinciannya 800 sambungan untuk MBR, sisanya sebanyak 1.700 merupakan kuota sambungan reguler. 

Basit menjelaskan, saat ini sambungan reguler sudah berjalan. PDAM bekerja sama dengan pengembang perumahan. Mereka berbagi tugas, Perumahan yang membangun sambungan, PDAM yang mengalirkan airnya. 

Hingga saat ini pemasangan sambungan tersebut sudah dilakukan di empat kecamatan. Yakni Krian, Taman, Waru, dan Porong. Keempat kecamatan itu memang menjadi prioritas karena air dan pipa sudah tersedia. 

Dari data yang dihimpun, cakupan pelayanan PDAM memang masih minim. Presentasenya baru mencapai 36,81 persen. 

Menurut Basit, minimnya layanan air itu disebabkan Sidoarjo tidak memiliki sumber air yang melimpah seperti sungai besar. Untuk mencukupi kebutuhan air, tahun depan pemkab akan menerima aliran air dari Umbulan, Pasuruan. Jumlahnya 1.200 liter per detik. Namun penyerapan air dilakukan bertahap. Tahun pertama 200 liter per detik. Tahun kedua dan ketiga 300 liter per detik. Tahun ke empat 400 liter per detik. 

Meski ditambah aliran dari Umbulan, pelayanan PDAM tetap belum bisa menyentuh seluruh kecamatan. Basit mengatakan, delapan tahun lagi diprediksi cakupan air mencapai 56 persen. Di tahun 2026 sebesar 67 persen. “Kami masih membutuhkan tambahan air,” jelasnya. (nis/rek)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia