Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Diduga Terlibat Kasus Pungli

Kejari Sidoarjo Tahan Kades Kragan dan Oknum PNS

Jumat, 27 Jul 2018 14:41 | editor : Lambertus Hurek

Kades Fathur Rahman dibawa ke Kejari Sidoarjo.

Kades Fathur Rahman dibawa ke Kejari Sidoarjo. (satria nugraha/radar sidoarjo)

Penyidik Unit Tipikor Polresta Sidoarjo melimpahkan dua berkas kasus dugaan pungutan liar (pungli) beserta dua pelaku ke Kejari Sidoarjo, Kamis (26/7). Kasus pungli itu terjadi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo, yang dilakukan tersangka Achmad Anwar. Satunya lagi menyeret Kepala Desa Kragan, Gedangan, Fathur Rahman yang meminta fee jual beli tanah.

Kanit Tipikor Satreskrim Polresta Sidoarjo Iptu Hari Siswanto mengatakan, berkas keduanya dinyatakan lengkap alias P21. Usai diperiksa selama empat jam lebih di ruang Seksi Pidana Khusus Kejari Sidoarjo, keduanya digelandang petugas kejaksaan dan ditahan di Lapas Sidoarjo.

Perkara pungli yang menjerat Kades Kragan Fathur Rahman, yang baru menjabat pada 2018 itu bermula dari laporan K yang membeli tanah sekitar 300 meter persegi seharga Rp 350 juta. Pihak desa minta biaya administrasi 5 persen atau Rp 15 Juta. Namun, pembeli hanya mampu memberi uang Rp 4 juta. Ditawar lagi menjadi Rp 6 juta. Namun Fathur Rahman tetap menolak dan meminta fee Rp 12,5 juta.

Korban akhirnya terpaksa menyerahkan uang dengan cara mentransfer ke rekening pribadi Fathur Rahman. Setelah itu, dia melapor ke Polresta Sidoarjo. 

Sedangkan Achmad Anwar, PNS yang berdinas di Dinas Perizinan, ditangkap tim Saber Pungli ketika sedang melakukan pungli pengurusan perizinan di tempatnya bekerja. Total pungli untuk memuluskan izin itu senilai Rp 6,7 juta.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sidoarjo, Adi Harsanto mengatakan, keduanya dijerat dengan pasal 11 dan/atau 12 huruf E Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. "Keduanya ditahan dengan pertimbangan khawatir terdakwa melarikan diri dan menghilangkan barang bukti," jelasnya.

 Adi menambahkan, pihaknya juga menunjuk sejumlah jaksa senior untuk menyidangkan kasus tersebut. Untuk Fathur Rohman, JPU yang ditunjuk adalah Rochidah bersama dua jaksa lainnya. Sedangkan terdakwa Achmad Anwar bakal ditangani JPU Wido Utomo beserta dua jaksa lain. Dalam waktu dekat berkasnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya di kawasan Juanda. (mus/rek)

(sb/mus/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia