Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Pulang Ngaji, Bocah Dibawa Lari

Jumat, 27 Jul 2018 14:37 | editor : Lambertus Hurek

Ibunda bocah yang lolos dari penculikan di Lingkar Timur.

Ibunda bocah yang lolos dari penculikan di Lingkar Timur. (IST)

Jangan biarkan anak pergi sendirian. Bisa-bisa kejadian yang dialami oleh BKF, 11, warga Desa Siwalanpanji, Buduran, bisa menimpa anak yang lain. BKF menjadi korban percobaan penculikan saat pulang ngaji, Rabu (25/7), sekitar pukul 16.30. 

Beruntung, BKF memberontak dan melarikan diri dalam keadaan mulutnya dilakban. Ia pulang ke rumahnya setelah diantar oleh seseorang yang ditemuinya di Jalan Lingkar Timur, Buduran.

Ibu korban, Lisa, menceritakan, sore itu anaknya pulang bersama adiknya pulang mengaji. Saat pulang ini dia meminta sang adik untuk pulang dulu. Sementara BKF hendak belajar kelompok di rumah temannya. Saat menuju ke rumah temannya, yang masih satu desa, BKF dihampiri oleh seorang lelaki yang mengendarai sepeda motor. "Sepeda motor itu katanya bebek warna merah," kata Lisa.

Korban yang ketakutan terus ditarik dan dipaksa naik ke sepeda motor. Pelaku membonceng korban di belakang, kemudian menuju ke arah timur. Korban diajak ke jalan setapak yang sepi. Korban yang ketakutan memberontak dan membuat pelaku bingung.

Bahkan, bocah ini sempat berteriak dan turun dari sepeda motor. Pelaku langsung menarik korban dan melakban mulutnya. Kemudian melanjutkan perjalanan lagi ke tempat yang sepi. Korban tidak patah arang. Dia menunggu laju kendaraan pelan. "Sepeda motor sempat melaju pelan, lalu anak saya menjatuhkan diri ke tanah," tuturnya.

Setelah jatuh, pelaku mencoba menarik korban lagi. Namun, korban langsung berlari hingga sampai di Jalan Raya Lingkar Timur, Buduran. Sesampainya di jalan raya itu, ia sempat meminta tolong dua pengendara yang melintas, tapi dihiraukan. Ia lalu meminta tolong ke salah satu pedagang, yang kemudian mengantarnya pulang. "Saya lupa orangnya. Bekas lakban itu masih ada di rambutnya," jelasnya.

Kanitreskrim Polsek Buduran Iptu Nanang Mulyono mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Laporan tersebut sudah diterima. Ia menduga pelaku ini bukan mau menculik korban, namun ada kemungkinan lain. "Kami masih selidiki kasus ini," tuturnya. (gun/rek) 

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia