Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Kejar 18 Persen Anak Tanpa Akta Kelahiran

Jumat, 27 Jul 2018 06:38 | editor : Lambertus Hurek

Antrean warga Porong mengurus dokumen kependudukan.

Antrean warga Porong mengurus dokumen kependudukan. (DOK)

Program jemput bola (jebol) milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sidoarjo terus belanjut. Bahkan kini lebih intens dibandingkan sebelumnya. Jika pada awalnya dilakukan setiap satu minggu sekali, kini dilaksanakan dua kali dalam seminggu.

Kepala Dispendukcapil Sidoarjo Medi Yulianto mengatakan, dalam mengebut target perekaman e-KTP, pihaknya menggunakan program jebol. Petugas datang ke kantor kecamatan. Sehingga warga bisa memanfaatkannya untuk melakukan perekaman. 

Kini, setelah target perekaman tercapai, program jebol terus dilanjutkan. Sebab, ada administrasi kependudukan lain yang belum terpenuhi. Seperti akta kelahiran. Rupanya belum semua anak di Sidoarjo memiliki akta kelahiran. “Hanya 82 persen dari total anak sebanyak 400 ribu,” katanya.

Pekan ini, pihaknya sudah melaksanakan jebol di dua kecamatan. Yakni Porong dan Waru. Di dua kecamatan tersebut, pengurusan akta kelahiran memang yang paling banyak diminta. Selain itu ada juga pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan e-KTP.

Tidak berhenti di situ. Jebol akan kembali dilanjutkan pada pekan depan. Target selanjutnya adalah Kecamatan Candi. Medi memperkirakan jebol akan dilaksanakan pada 30 Agustus 2018.

Jika pelayanan akta kelahiran makin tinggi di program jebol, berbanding terbalik dengan perekaman e-KTP. Saat ini jumlahnya menurun drastis dibandingkan bulan lalu. Setiap hari yang datang untuk merekam e-KTP hanya 40 orang. “Sebelumnya mencapai 200 orang dalam sehari,” kata Medi.

Artinya, perekaman sudah hampir selesai. Masyarakat yang datang dan merekam biasanya merupakan pendatang atau penduduk yang baru berumur 17 tahun. Saat ini pihaknya fokus melakukan pencetakan e-KTP. Hingga kini e-KTP yang sudah siap cetak mencapai 49 ribu keping. (nis/rek)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia