Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

2.114 Pengajuan Cerai di PA Sidoarjo

Rabu, 25 Jul 2018 19:36 | editor : Lambertus Hurek

Suasana sidang di PA Sidoarjo.

Suasana sidang di PA Sidoarjo. (DOK)

Kasus perceraian di Sidoarjo cukup tinggi. Dari data yang diperoleh di Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo, Mulai Januari hingga Juni 2018 jumlah warga Kota Delta yang mengajukan gugatan perceraian itu mencapai 2.114 perkara.
Panitera Muda PA Sidoarjo M Dedy Kurniawan mengatakan, untuk pengajuan cerai talak hingga bulan Juni sudah 631 perkara. Sedangkan untuk pengajuan cerai gugat atau cerai yang diajukan pihak perempuan jumlahnya lebih banyak, yakni 1483 perkara.
Menurut pria yang akrab disapa Dedy ini, dari keseluruhan pengajuan perceraian tersebut, perceraian yang sudah diputus sekitar 690 perkara. “Rinciannya cerai talak sekitar 183 perkara sedangkan cerai gugat 507 perkara,” katanya.
Lebih lanjut Dedy mengatakan rata-rata penyebab utamanya adalah masalah ekonomi. Permasalahan tertinggi yang kedua adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus. Alsannya beraga, ada yang memang tidak harmonis, ada juga yang karena orang ketiga. Artinya tidak harus ditafsirkan dengan perselingkuhan. “Meski awalnya mereka malu-malu nantinya terungkap dalam persidangan,” jelasnya.
Menurut Deddy dari pertengkaran dan perselisihan terus menerus ini salah satu penyebabnya adalah pihak suami yang meminta izin poligami, namun pihak perempuan memilih untuk mengajukan gugatan cerai. Faktor penyebab perceraian yang terakhir adalah meninggalkan salah satu pihak dalam waktu yang lama tanpa kabar dan nafkah.
Namun Dedy mengatakan dari semua perkara tersebut ada yang bisa dimediasi. Namun ada yang berhasil dan ada yang tidak. “Yang berhasil jumlahnya sangat sedikit. Lainnya bersikukuh ingin tetap bercerai,” pungkasnya. (mus/nis)

(sb/mus/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia