Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya

Menpora Usul UU Kesejahteraan Atlet

Rabu, 25 Jul 2018 14:46 | editor : Wijayanto

PEDULI ATLET: Menpora Imam Nahrawi mengunjungi rumah Soeharto,  atlet senior disabilitas penyandang tuna netra di Jalan Putat Jaya C Barat, Gang 10  Surabaya.

PEDULI ATLET: Menpora Imam Nahrawi mengunjungi rumah Soeharto, atlet senior disabilitas penyandang tuna netra di Jalan Putat Jaya C Barat, Gang 10 Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Menjelang Asean Games 2018, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi, mengunjungi rumah Soeharto, atlet senior disabilitas penyandang tuna netra di Jalan Putat Jaya C Barat, Gang 10 Surabaya. Pria asal Probolinggo yang kini telah berusia 68 tahun itu,  merupakan salah satu atlet multi talenta yang belum banyak dikenal orang atas prestasi gemilang yang pernah diraihnya.

Kepada Soeharto,  Imam Nahrawi menjanjikan tunjangan pensiun dan kesejahterahan atlet yang pernah mengharumkan nama Ibu Pertiwi.

"Soal kesejahteraan ini yang kami gagas terus menerus, ini menjadi konsen perhatian utama. Bagi atlet disabilitas, maupun non disabilitas. Saya juga sedang membicarakan kepada DPR untuk membuat undang-undang kesejahteraan atlet," tutur Imam, seusai sambangi Soeharto di kediamannya, Selasa (24/7).

Dalam kesempatan itu, Imam juga memberikan jaket Asean Games 2018 yang di kenakannya kepada Soeharto. "Nah ini Pak jaket buat bapak, dan ada santunan buat bapak mohon diterima," ujarnya.

Mendapat kunjungan menteri, Soeharto pun tampak bahagia.  "Alhamdulillah, akhirnya saya mendapat perhatian dari pemerintah. Bangga sekali saya bisa bertemu Pak Menteri, didatangi pejabat," ucapnya bangga, sambil merangkul Imam Nahrowi.

Di rumahnya yang berukuran 3x4 meter tersebut,  Imam Nahrawi mendapatkan banyak  mencerita mengenai  jejak prestasi Soeharto sewaktu muda. Serta melihat  medali dan penghargaanya yang pernah diraih.

Imam Nahrawi juga mendapatkan  keluh kesah mengenai  kesejahteraan atlet. Terutama atlet yang telah pensiun.

Mananggapi hal itu, Imam Nahrawi meminta Soeharto untuk bersabar. "Ya saya segenap dari atlet yang telah pensiun, agar pemerintah memperhatikan nasib para atlet," imbuh Soeharto

Di tengah kebahagiaan mendapatkan kunjungan menteri, Soeharto tidak bisa menutupi kegembiraannya. Dia pun  turut mendoakan para atlet muda Indoenesia yang akan menghadapi Asean Games 2018.

Soeharto mengalami kebutaan sejak berumur 20 tahun. Ia sempat merasa putus asa setelah divonis oleh dokter mengalami kebutaan permanen.

Namun setelah mendapat semangat dari keluarga dan sahabatnya, ia bertekad menekuni jadi seorang atlet profesional. Alhasil, ia berhasil  mempersembahkan emas dari cabang olahraga lempar lembing di Far East and South Pacific Games for the Disabled (FESPIC) di Australia. Serta meraih prestasi di kejuaraan dunia International Sports Organisation for the Disabled (ISOD) di Inggris tahun 1979 dengan membawa pulang  medali perak.

Pria yang dulunya pernah memenangkan medali di berbagai cabang olah raga tersebut, kini ia hanya menghabiskan masa tuanya dengan merawat sang istri yang sakit tumor. Dulu, Soeharto yang juga sempat menjadi tukang pijat, akhirnya putuskan fokus merawat sang istrinya yang terbaring lemah di rumahnya.

Untuk makan sehari-hari pun, Soeharto biasa diberi oleh tetangganya yang berbaik hati.(gin/no)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia