Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

72 Persen Bacaleg Belum Memenuhi Syarat

Selasa, 24 Jul 2018 20:27 | editor : Lambertus Hurek

Ketua KPU Sidoarjo M. Zainal Abidin (kiri) menerima berkas bacaleg.

Ketua KPU Sidoarjo M. Zainal Abidin (kiri) menerima berkas bacaleg. (IST)

Sebanyak 671 berkas bakal calon legsilator (bacaleg) telah diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo. Ternyata sebagian besar belum memenuhi syarat (BMS). KPU pun mengingatkan 16 partai politik untuk segera memperbaiki berkas bacalegnya.
Perbaikan daftar calon dan syarat calon serta pengajuan bakal calon pengganti anggota DPRD Sidoarjo bisa dilakukan hingga 31 Juli 2018. "Untuk bacaleg pengganti, dapil dan nomor urutnya sama dengan yang digantikan," ujar Ketua KPU Sidoarjo HM Zainal Abidin, Senin (23/7).
Pada hari kedua masa perbaikan, kemarin, belum ada satu pun partai yang melakukan revisi. Padahal, ada sekitar 72 persen bacaleg yang belum memenuhi syarat. Artinya, sangat banyak yang harus diperbaiki. "Kalau dilihat baik kekurangan maupun kesalahan  dari partai politik ini bervariasi," jelasnya.
Berdasarkan hasil rekap pendaftaran, menurut Zainal, ada 671 bacaleg sesuai dengan nomor urut dan dapil masing-masing. "Tidak akan ada perubahan dapil untuk para bacaleg ini. Yang bisa berubah hanya perbaikan berkas bacaleg saja. Tapi kalau perpindahan dapil tak bisa dilaksanakan," katanya.
Bagaimana jika seorang bacaleg ingin menarik berkas pendaftaran? Zainal mengatakan, yang bisa mencabut hanya partainya. "Sebab, yang mendaftarkan partainya," kata pria yang juga dosen perguruan tinggi swasta itu.
Sebelumnya, Komisioner KPU Sidoarjo Bidang Teknis Miftakul Rohmah mengatakan, seluruh berkas bacaleg sudah diverifikasi. Namun, tidak semua berkas mereka lengkap. Yang pasti, kekurangan itu sudah disampaikan ke partai pengusung bacaleg masing-amsing.
Untuk mendaftar sebagai bacaleg, sejumlah berkas harus dilampirkan. Di antaranya, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), surat sehat jasmani dan rohani, fotokopi KTP, ijazah yang sudah dilegalisasi, serta BB1 surat pernyataan sebagai bacaleg, BB2 surat riwayat hidup, B3 tidak mencalonkan mantan narapidana kasus korupsi, dan surat dari pengadilan tidak pernah tersangkut kasus hukum.
Nah, mayoritas bacaleg belum melengkapi semua persyaratan. Terutama berkas BB1, BB2, surat dari kejaksaan, dan legalisasi ijazah. Padahal, Miftah menjelaskan, seluruh persyaratan harus dipenuhi. Bagi bacaleg yang belum melengkapi persyaratan, KPU masih memberikan kesempatan untuk perbaikan pada 22 Juli hingga 31 Juli. Waktu sepuluh hari itu dirasa cukup.
Bacaleg yang tidak bisa memperbaiki persyaratan hingga batas akhir dipastikan dicoret. Partai bersangkutan pun tidak bisa menggantinya dengan bacaleg lain.
Lain halnya dengan bacaleg yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan (TMS). Setidaknya, tercatat ada tiga bacaleg. Yakni, Sumi Harsono (PDIP), Mustafad Ridwan (PBB), dan Nasrullah (PPP). "Kalau bacaleg yang TMS, partai bisa mengganti dengan nama lain. Partai juga harus mendaftarkan calon baru seperti awal," pungkasnya. (mus/rek)

(sb/mus/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia